BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Parimus meminta pemkab untuk mendorong sekolah memberdayakan kebudayaan lokal daerah ini.
"Pengembangan budaya lokal harus dimulai sejak dini. Salah satunya dengan mewajibkan seluruh sekolah mengajarkan kebudayaan lokal kepada siswa," kata Parimus, Selasa (18/7/2017).
Parimus berharap upaya pelestarian budaya dilakukan secara terprogram. Seluruh sekolah harus diwajibkan mengembangkan ekstrakurikuler budaya lokal, seperti menari, pengenalan musik tradisional dan lain sebagainya.
"Karena saat ini banyak warga lokal tidak paham dengan kulturnya budayanya sendiri. Sementara budaya luar kian bebas masuk akibatnya ciri khas lokal berangsur-angsur akan hilang," kata dia.
Upaya pelestarian budaya, lanjut Parimus dengan mengajarkan kepada siswa sejak dini, itu dinilai akan efektif. Mengingat, para siswa generasi penerus yang jadi penentu apakah bisa mempertahankan kebudayaan lokal atau malah melupakannya.
Pemerintah daerah harus bersinergi dengan masyarakat, khususnya pelaku seni dan budaya untuk melestarikan kebudayaan lokal di Kotim. Kebersamaan ini diharapkan mampu mengembalikan kebudayaan sebagai kebanggaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
"Kami tidak mau kebudayaan daerah ini hilang bergitu saja. Dari itu harus kita pertahankan," tandasnya. (NACO/B-11)
Legislator Dorong Budaya Lokal Dikembangkan di Sekolah
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rimbun Kritik Pemerintah Pusat Usai Agenda Menhut di Kotim Batal
Bencana Karhutla Gambut Parah, Anggota DPRD Kotim Desak Langkah Nyata Menteri Kehutanan
Ketua DPRD Kotim Berharap Kunjungan Menhut Buka Jalan Bantuan Pusat untuk Karhutla
DPRD Kotim Berkomitmen Cegah Intervensi dan KKN dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Jembatan Menuju SMAN 1 Samuda Rusak Parah, DPRD Kotim Dorong Pembangunan Permanen
Ketua Komisi I DPRD Kotim Salurkan 12.400 Liter Air Bersih untuk Warga
Komentar (0)
Memuat komentar…







