BORNEONEWS, Kuala Kurun - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Mas, Kardinal mengatakan banjir yang terjadi dalam beberapa ini menyebabkan puluhan hektare lahan pertanian yang siap tanam terendam air. Akibatnya, petani gagal tanam pada musim tanam Apri-September (Asep) 2017.

"Banjir menyebabkan petani gagal tanam. Sebab padi yang baru ditanam terendam air," ujar Kardinal, Selasa (18/6/2017).

Dia merinci lahan yang terendam di irigasi Sakata Juri Kuala Kurun seluas 80,25 hektare, irigasi Sakata Tewah 35 hektare, daerah irigasi Desa Petak Bahandang dan Hurung Bunut seluas 26 hektare.

Selain itu bibit yang sudah disemai juga terendam, sehingga tidak bisa ditanam. "Untuk irigasi Guhung Rawai di Kecamatan Rungan dengan luas 58,75 ha yang tidak terendam air," terangnya.

Dia melanjutkan akibat banjir yang menyebabkan petani gagal tanam. Petani juga enggan menanam padi lagi pada musim tanam Asep. Pasalnya petani memerlukan waktu tiga pekan untum menyemai padi sebagai bibit. Sementara sisa waktu yang tersedia saat ini masih kurang efektif. (EPRA SENTOSA/B-6)