BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyebab terbakarnya rumah sekaligus merangkap usaha warnet milik Ernawati (43), Selasa (18/7/2017) sekitar pukul 22.00 WIB, diduga korsleting listrik. Api muncul dari bagian atap, tepatnya di atas kamar pemilik rumah. Namun saat kejadian, Ernawati tidak ada di rumah. Yang ada hanya dua anaknya.
"Api berasal dari atap yang diduga akibat korsleting listrik," kata Kasat Reskrim Polres Palangka Raya, AKP Ismanto Yuwono mewakili Kapolres AKBP Lili Warli, Rabu (19/7/2017) dini hari.
Munculnya api pertama kali diketahui oleh anak pemilik rumah, Edo (19), seorang mahasiswa di Palangka Raya. Tak pelak dia langsung keluar rumah meminta bantuan tetangga.
Sembari menunggu kedatangan petugas kebakaran tiba, api terus merembet dan membesar. Api benar-benar padam setelah setengah jam kemudian petugas pemadam kabaran baik milik pemerintah maupun swakarsa berjuang melawan kobaran api.
"Pada saat kejadian sempat terdengar suara ledakan kemudian api membakar seluruh bagian rumah," tutur Kasat Reskrim.
Petugas pemadam kebakaran berdatangan ke lokasi kejadian. Termasuk ada aparat kepolisian maupun TNI. Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli juga terlihat di lokasi. Api baru dipastikan benar-benar padam setengah jam kemudian.
Sementara itu, anggota Emergency Response Palangka Raya (ERP), Jean mengatakan, ada puluhan petugas yang dilibatkan untuk menangani kobaran api. Di antaranya, dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, BPBPK Kalteng, Sabhara Polres Palangka Raya, Satlantas Polres Palangka Raya, Kodim 1016/Plk, Emergency Response Palangka Raya, BPK Borneo dan BPK Berkat Usaha.
Kemudian, BPK Pandohop, BPK Lutfillah Emergency, BPK Banua Lima, BPK Fathul Jannah, BPK Amin Subur, BPK Farid Borneo, BPK Syuhadan Gerdayak Kalteng, Tagana, Flamboyan Unit 01, Balakar 620 Palangka Raya, Bukit Tunggal Fire Rescue dan TSAK G Obos Permai. (BUDI YULIANTO/N).








