BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah segera melakukan peremajaan (replanting) perkebunan kelapa sawit dan karet di Tanah Air demi meningkatkan produktivitas dua jenis tanaman tersebut.
"Rencana kebijakan peremajaan kelapa sawit harus dilakukan. Makin lama kita mulai, bisa makin ruwet persoalannya," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution kepada pers di Jakarta, Rabu (19/7/2017).
Untuk program replanting kelapa sawit, menurut Darmin, akan dijalankan dengan menggandeng Kementerian Pertanian dan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP Sawit).
"Peremajaan sawit kita akan lebih mengandalkan dari BPDP Sawit. Kalau ada mungkin dari Kementan," papar dia.
Sebagai langkah awal, peremajaan lahan kelapa sawit akan dilakukan pada lahan perkebunan seluas 30.000 ha. Sementara itu, sebagai tahap awal program peremajaan karet pada 2018 akan ditetapkan target penanaman seluas 15.000 ha.
Terkait pendanaan, terdapat komponen yang merupakan dana BPDP Sawit yang diperkirakan sekitar Rp25 juta per ha, kemudian komponen lain berupa pinjaman kredit usaha rakyat (KUR).
Para pengusaha diperintahkan untuk menjadi avalis, pembina, dan off taker. Program replanting pada tahap awal dilakukan pada lokasi yang sektor koperasinya berjalan kuat, mengingat koperasi akan diproyeksikan menjadi basis kegiatan peremajaan lahan tersebut.
Apabila hal itu berhasil luasan pada tahun berikutnya ditambah. Dalam program peremajaan yang perlu mendapat jaminan adalah bibit dan bantuan teknis. (NEDELYA RAMADHANI/m)








