BORNEONEWS, Palangka Raya – Luapan air sungai yang mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah kali ini menjadi yang terbesar pada tahun ini. Tiga sungai besar di Kalteng pun menjadi perhatian utama, yaitu Sungai Katingan, Sungai Kahayan, dan Sungai Barito.

Daerah aliran sungai (DAS) tiga sungai besar itulah yang membuat sejumlah permukiman penduduk di Kalteng terendam. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng Fakhrizal Fitri pun menengarai ada suatu persoalan sehingga area hulu sungai pun mengalami banjir.

“Ada persoalan yang cukup serius untuk diperhatikan terutama daerah hulu sungai. Terutama kemungkinan degradasi fungsi dan kualitas lingkungan, agar tidak kian menjadi ancaman serius terhadap kelangsungan hidup. Karena banjir bermula dari sana dan berikutnya ke hilir. Kita akan petakan secara lingkungan apa dan bagaimana solusi ke depannya,” tutur dia, Rabu (19/7/2017).

Fakhrizal menandaskan, instansinya secara subtansi melakukan pemetaan terhadap persoalan hulu hingga hilir. Agar di kemudian hari bencana serupa bisa tertangani bahkan sedapat mungkin terhindari. Sehingga perlu rancangan penanganan yang komprehensif dan bersifat jangka panjang.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng Rivianus Syhril Tarigan juga mengatakan potensi hulu tiga sungai besar di Kalteng yang menyebabkan banjir. Tiga sugai itu mengalami overflow sehingga meluber keluar DAS.

“Jadi hulu Sungai Katingan dan Hulu Sungai Kahayan bertemu, sama-sama meluap sehingga genangan besar menyebabkan banjir cukup masif di kabupaten sekitarnya,” tutur Tarigan.

Ia pun menetakan status tanggap darurat untuk tiga kabupaten yaitu Katingan, Gunung Mas, dan Kapuas. BPBD telah mengirimkan bantuan kepada korban banjir, sembari terus berkordinasi dengan pemerintah kabupaten.

Ia mengakui, perubahan iklim, pemanasan global, deforestasi, perubahaan kawasan, dan bentang alam yang begitu masif, ikut menyumbang perubahan lingkungan. (ROZIQIN/B-3)