BORNEONEWS, Kasongan - Sekitar 200 kepala keluarga (KK) atau sekitar 400 jiwa warga Kampung Banjar, Kelurahan Kasongan Lama, Kabupaten Katingan menolak dievakuasi untuk diungsikan ke posko siaga banjir.

Pantauan borneonews.co.id sejumlah tim gabungan dari Polres Katingan, Polsek Katingan Hilir, TNI, Satpol PP, Tagana maupun dari Brimob Polda Kalteng tampak melakukan patroli pengamanan di lokasi banjir di Kampung Banjar, Kamis (20/7/2017).

Tim gabung melakukan pendataan terhadap rumah-rumah penduduk yang terendam banjir, sekaligus mengimbau agar pemilik rumah mengungsi ke posko siaga banjir yang ada di Taman Religius Komplek Masjid Baitul Yaqin.

Akan tetapi warga belum bersedia untuk mengungsi meski air yang membanjiri rumahnya sudah setinggi rata-rata satu meter dari lantai.

Sebagian warga hanya bersedia dibawa ke posko pengobatan gratis di ujung kampung yang tidak kebanjiran. Namun usai berobat mereka kembali lagi ke rumahnya masing-masing.

"Kami masih tetap tinggal di rumah, sebab kemungkinan nanti sore air bisa surut kembali. Tapi kalau sampai sore nanti air terus naik kita bersedia mengungsi ke posko," ujar Mastikah, warga Kampung Banjar yang rumahnya terendam sekitar satu meter.

Kapolsek Katingan Hilir Iptu Nurhetiyanto yang berada di lokasi banjir Kampung Banjar mengakui jika warga di wilayah ini masih enggan dievakuasi ke posko yang ada di Taman Religius.

"Kita sudah berusaha membujuk warga agar mau dievakuasi ke posko selama banjir ini, namun warga masih belum mau dievakuasi," ujar Kapolsek Nurheriyanto.

Padahal, kata Kapolsek Nurheriyanto di posko siaga banjir yang ada di Taman Religi Komplek Masjid Baitul Yaqin Kasongan sudah disiapkan dapur umum dan pengobatan gratis serta beberapa tenda untuk menginap.

"Kita bersama petugas gabungan stanbay di lokasi banjr di Kampung Banjar ini untuk pengamanan, sebab kondisi banjir hari ini ada peningkatan dibanding kemarin," imbuh Kapolsek Katingan Hilir Iptu Nurheriyanto. (ABDUL GOFUR/B-5)