BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Program Neighborhood Upgrading and Shelter Project (NUSP) yang berawal dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 punya visi Kabupaten Kapuas Bebas Kumuh, kini terus berlanjut. Namun ternyata pemahaman masyarakat terhadap program NUSP itu masih minim.

Fakta di lapangan, masih banyak masyarakat yang belum tahu apa yang dimaksud dengan program NUSP ini. Kegiatan penuntasan kawasan kumuh di bawah koordinasi Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) di Kabupaten Kapuas ini belum sepenuhnya dipahami masyarakat.


"Setelah dilakukan survei oleh tim monitoring, masih banyak masyarakat yang belum tahu atau paham apa yang dimaksud program NUSP ini. Manfaat program NUSP ini sudah dirasakan masyarakat, namun pemahaman programnya yang kurang," kata Kabid Cipta Karya Dinas PUPRPKP Kabupaten Kapuas Maria Suzana Natalestari kepada Borneonews, Kamis (20/7/2017).


Wanita yang akrab disapa Lisa ini menyebut, saat mengetahui pemahaman masyarakat terkait program NUSP ini masih kurang, pihaknya sudah melaksanakan rapat terkait bagaimana mencari ide atau strategi baru agar masyarakat bisa paham dan mengerti dengan program penuntasan kawasan kumuh ini.


"Kita berharap seluruh lapisan masyarakat khususnya yang wilayahnya masuk dalam program NUSP ini, dapat paham dan mengerti tentang program ini. Mungkin sosialisasi kita melalui fasilitator konsultan yang mendampingi kelurahan dan BKM masih kurang, karena itu kita mencari strategi baru bagaimana program ini bisa diketahui dan dimengerti semua masyarakat," tuturnya.


Menurut Lisa, masyarakat memang harus dibina agar lebih paham program NUSP ini. Hal ini sehingga jika didukung oleh semua masyarakat, maka program dapat berjalan maksimal dan lancar. "Harapan kita program berjalan dengan baik, masyarakat pun dapat memanfaatkannya secara maksimal. Seperti pembangunan MCK, masyarakat harus tahu dengan dibangun MCK masyarakat diminta jangan lagi buang hajat di sungai, sehingga kawasan tidak lagi kumuh. Mereka pun bisa hidup sehat," jelas Lisa.


Ia menjelaskan program yang dilaksanakan melalui kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta ini di Kabupaten Kapuas direalisasikan di 8 kelurahan dan 2 desa di wilayah Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas.


Di sisi lain, saat ditanya terkait ada beberapa program NUSP tahun 2016 yaitu pembangunan MCK yang hingga kini belum dapat difungsikan karena tidak ada sumur bornya, Lisa mengungkapkan program tahun 2016 untuk sumur bos memang tidak difasilitasi sehingga akhirnya terlambat.

"Tahun ini baru bisa kita lengkapi melalui dana sharing APBD. Kalau sudah berfungsi, tinggal masyarakat memanfaatkan dan menjaganya dengan baik," pungkasnya. (DJIMMY NAPOLEON/B-8)