BORNEONEWS, Sampit - Tidak semua jenazah yang masuk kamar mayat RSUD dr Murjani Sampit ditangani keluarganya. Sepanjang 2017 ini, sejak Januari hingga menjelang akhir Juli, sudah ada empat jenazah yang ditangani tanpa ada keluarga atau kerabatnya.
"Ada empat jasad yang tidak diketahui keluarganya, sehingga kami makamkan dengan biaya dari Dinas Sosial atau kemanusian," ujar Kepala Kamar Jenazah RSUD dr Murjani Sampit, Kastro, Kamis (20/7/2017).
Keempat jenazah tersebut yakni dua bayi yang baru lahir namun dibuang orangtuanya. Kemudian jasad laki-laki dewasa. Mereka yang dewasa ini meninggal dunia lantaran mengidap penyakit.
Adapun bayi yang dibuang orangtuanya tersebut dimakamkan di Jalan Pangeran Antasari, dengan biaya dari Dinas Sosial satu orang. Sedangkan satunya lagi dimakamkan dengan biaya Citimall Sampit, karena memang penemuan bayi itu di salah satu toilet di sana.
Sedangkan untuk dua orang lainny yakni jasad waria yang ditemukan tewas akibat sakit jantung di sebuah barak Kecamatan Baamang. Dia dikuburkan di pemakaman agama Kristen dengan biasa serta pengurusannya ditangani pemuka agama Kristen.
"Untuk yang terakhir yakni pria bernama Al Arosyid. Dia sudah dua bulan di rawat, namun hingga meninggal pada Rabu (19/7/2017) kemarin, belum ada juga keluarganya yang datang," terang Castro.
Dengan adanya hal tersebut, maka pihaknya langsung melaporkan kepada Dinas Sosial, setelah dana dan pemakaman sudah disiapkan, maka langsung mereka urus mulai dari memandikan, hingga penguburannya. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








