BORNEONEWS, Palangka Raya - Sering kali warganet mendapati pesan berantai yang isinya meminta bantuan akan donor darah. Anggota keluarga yang sedang sakit dan memerlukan darah ternyata tidak bisa langsung mendapat donor darah lantaran seringnya kekosongan stok darah terjadi di Palang Merah Indonesia (PMI).

Kondisi inilah yang mendorong Bank Indonesia menggelar bakti sosial donor darah setiap enam bulan sekali. Wuryanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan 250 kantong darah dari aksi donor darah rutin ini.


Seperti kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (20/7/2017) di ruang serbaguna BI Kalteng, ratusan orang mengantre untuk dapat menyumbangkan darahnya.


"Ini kegiatan rutin, setahun dua kali. Bank Indonesia punya yang namanya Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Itu hampoir 60 persennya bantuan untuk bidang ekonomi, nah yang non ekonomi salah satunya donor darah ini," ungkapnya.


Menurut Wuryanto, mendonorkan satu kantong darah akan dapat membantu hidup orang lain. Karenanya dirinya mengundang dunia perbankan untuk mengikuti aksi donor dari tersebut.


"Targetnya 250 kantong, mudah-mudahan lebih. Ini demi kemanusiaan. Saya beberapa kali mendapat pesan yang mencari bantuan donor darah, artinya stok di PMI itu kosong. Sekarang sedang terjadi banjir di beberapa daerah, kita tidak tahu bahwa ternyata diperlukan darah bagi korban di sana. Yang pasti kita berharap kegiatan ini dapat membantu menambah stok dari di PMI Palangka Raya," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)