BORNEONEWS, Palangka Raya - AT Prayer, Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya meminta agar pemerintah kota (Pemko) lebih memperhatikan keseimbangan antara pembangunan dan perencanaannya.

"Pemko harus memperhatikan keseimbangan pembangunan dan perencanaannya. Apalagi ada isu pemindahan Ibukota Pemerintah RI ke Palangka Raya. Jangan sampai kita membangun terus tapi nanti malah jadi carut marut," ungkap Prayer kepada Borneonews.co.id, Kamis (20/7/2017).

Menurut Prayer, seiring dengan perkembangan kota dan ditambah pertumbuhan penduduk, maka Kota Palangka Raya semakin lama akan semakin padat.

"Masalah juga akan terus bermuculan, seperti kemacetan jalan, pertumbuhan bangunan yang tidak merata. Kemacetan akan terjadi, jika kota ini tidak ditata dengan baik dan tidak adanya aturan yang tegas," pungkasnya.

Menurut politisi Nasdem ini, khususnya permasalahan ketidakseimbangan ini terjadi di beberapa titik. Contohnya di kawasan Pasar Besar, pusat perbelanjaan dan daerah lainya pada waktu tertentu, karena masalah parkiran dan jalan yang sempit.

"Jadi keseimbangan antara pembangunan dengan perencanaan harus diperhatikan secara detail, guna meminimalisir munculnya masalah," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)