BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Semester II tahun ini, permintaan terhadap benih kelapa sawit Pusat Penelitian Kelapa Sawit PT Riset Perkebunan Nusantara akan terakselerasi.
Adapun perkiraan penjualan pada periode tersebut mencapai hingga 12 juta butir sejalan dengan realisasi peremajaan kebun sawit oleh pemerintah.
"Terbuka peluang penjualan benih sebanyak 21 juta butir selama tahun ini, naik 1 juta ton dari realisasi tahun lalu," kata Direktur PPKS, Hasril Hasan Siregar, di Jakarta, Kamis (20/7/2017).
Dengan target replanting 30.000 ha hingga tahun depan, menurut Hasril, pihaknya optimistis mampu mencukupi kebutuhan yang mencapai 3 juta butir karena kapasitas penangkaran benih PPKS sesungguhnya mencapai 100 juta benih di seluruh Indonesia.
"Jadi tahun ini mudah-mudahan sawit lebih baik. Industri baik, otomatis kami produsen benih dan risetnya mengikuti," papar dia.
Dalam kondisi ideal, produsen benih sawit dengan merek DxP itu telah menghasilkan benih dengan produktivitas tandan buah segar (TBS) 32 ton hingga 36 ton per hektare per tahun dengan rendemen 6 ton sampai dengan 8 ton CPO per ha per tahun.
PPKS menargetkan mampu memproduksi benih dengan potensi produktivitas 35,3 ton TBS per ha per tahun dengan yield 10 ton CPO per ha per tahun. (NEDELYA RAMADHANI/m)








