BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Olimpiade Guru Nasional (OGN) yang berlangsung 18-21 Juli 2017.
Hasilnya, Lukman Juhara, guru bahasa Indonesia di SMAN 5 Palangka Raya yang mengikuti kegiatan lomba ini berhasil menorehkan prestasi.
"Semua peserta bagus dan kreatif. Semua finalis yang penampil terbaik, saya hanya yang kebetulan termasuk beruntung. Alhamdulillah saya wakil dari SMAN 5 Palangka Raya masih bisa mencatatkan prestasi sederhana ini," ungkap Lukman Juhara kepada Borneonews.co.id, Jumat (21/7/2017).
Lukman tetap dengan rendah hati menceritakan prestasi yang baru diraihnya ini. Menurut Lukman, dari nama-nama peserta dan provinsi yang diumumkan sebagai pemenang memang jelas sekali guru-guru dari Jawa Tengah dan Jawa Barat adalah yang mendominasi raihan medali emas, perak, dan perunggu.
"Memang ada beberapa guru dari beberapa provinsi di Sumatera dan Kalimantan yang juga turut beruntung meskipun belum berhasil meraih medali emas. Salah satu yang beruntung itu Saya. Saya sangat bersyukur meskipun hanya meraih medali perunggu sebagai juara III dan uang pembinaan senilai Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Terima kepada rekan-rekan dan haji Arbusin kepala sekolah yang telah menyemangati," tambahnya.
Lomba ini berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan diikuti 165 finalis dari 11 mata pelajaran. Yakni matematika, fisika, kimia, biologi, kimia, ekonomi, sosiologi, geografi, sejarah, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Penjasorkes. (TESTI PRISCILLA/B-6)
Hasilnya, Lukman Juhara, guru bahasa Indonesia di SMAN 5 Palangka Raya yang mengikuti kegiatan lomba ini berhasil menorehkan prestasi.
"Semua peserta bagus dan kreatif. Semua finalis yang penampil terbaik, saya hanya yang kebetulan termasuk beruntung. Alhamdulillah saya wakil dari SMAN 5 Palangka Raya masih bisa mencatatkan prestasi sederhana ini," ungkap Lukman Juhara kepada Borneonews.co.id, Jumat (21/7/2017).
Lukman tetap dengan rendah hati menceritakan prestasi yang baru diraihnya ini. Menurut Lukman, dari nama-nama peserta dan provinsi yang diumumkan sebagai pemenang memang jelas sekali guru-guru dari Jawa Tengah dan Jawa Barat adalah yang mendominasi raihan medali emas, perak, dan perunggu.
"Memang ada beberapa guru dari beberapa provinsi di Sumatera dan Kalimantan yang juga turut beruntung meskipun belum berhasil meraih medali emas. Salah satu yang beruntung itu Saya. Saya sangat bersyukur meskipun hanya meraih medali perunggu sebagai juara III dan uang pembinaan senilai Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Terima kepada rekan-rekan dan haji Arbusin kepala sekolah yang telah menyemangati," tambahnya.
Lomba ini berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan diikuti 165 finalis dari 11 mata pelajaran. Yakni matematika, fisika, kimia, biologi, kimia, ekonomi, sosiologi, geografi, sejarah, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Penjasorkes. (TESTI PRISCILLA/B-6)








