BORNEONEWS, Palangka Raya – Senin (27/6/2016) dini hari, SDN 5 Langkai yang beralamatkan di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kota Palangka Raya berduka akibat tiga ruang kelas terbakar.
Kala itu tiga ruangan yang dilalap api adalah ruang agama Islam dan Kristen serta satu ruang sisanya yakni penempatan alat peraga.
Pemerintah Kota Palangka Raya kemudian membangunnya pada 2 Mei 2017. Dalam papan plang pembangunan itu tertera volume kegiatan 3 ruang plus 1 jamban.
Total anggaran yang disediakan Rp279,2 juta, sedangkan rencana selesai pembangunan di-date line 31 Agustus 2017.
Belum hilang rasa ingatan atas kejadian ini, bahkan proses rehab belum selesai, kebakaran kembali terjadi, Sabtu (22/7/2017) pagi. Kebakaran untuk kedua kalinya dalam jangka waktu satu tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Kepala SDN 5 Langkai, Setiawati mengatakan ada 6 ruang kelas yang terbakar. Selain itu ruang kantor, kepala sekolah, dan ruang UKS juga terbakar.
Akibatnya para murid diliburkan sementara. Proses belajar ditargetkan normal Senin (24/7/2017) dengan cara ikut numpang di sekolah lain yang posisinya berdekatan.
Tidak hanya itu, kebakaran ini juga menghanguskan berbagai berkas penting. "Yakni raport mulai dari kelas 1–6, termasuk laporan BOS dari April, Mei dan Juni 2017," katanya. (BUDI YULIANTO/B-6)
Kala itu tiga ruangan yang dilalap api adalah ruang agama Islam dan Kristen serta satu ruang sisanya yakni penempatan alat peraga.
Pemerintah Kota Palangka Raya kemudian membangunnya pada 2 Mei 2017. Dalam papan plang pembangunan itu tertera volume kegiatan 3 ruang plus 1 jamban.
Total anggaran yang disediakan Rp279,2 juta, sedangkan rencana selesai pembangunan di-date line 31 Agustus 2017.
Belum hilang rasa ingatan atas kejadian ini, bahkan proses rehab belum selesai, kebakaran kembali terjadi, Sabtu (22/7/2017) pagi. Kebakaran untuk kedua kalinya dalam jangka waktu satu tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Kepala SDN 5 Langkai, Setiawati mengatakan ada 6 ruang kelas yang terbakar. Selain itu ruang kantor, kepala sekolah, dan ruang UKS juga terbakar.
Akibatnya para murid diliburkan sementara. Proses belajar ditargetkan normal Senin (24/7/2017) dengan cara ikut numpang di sekolah lain yang posisinya berdekatan.
Tidak hanya itu, kebakaran ini juga menghanguskan berbagai berkas penting. "Yakni raport mulai dari kelas 1–6, termasuk laporan BOS dari April, Mei dan Juni 2017," katanya. (BUDI YULIANTO/B-6)








