BORNEONEWS, Sampit - Hingga kini kelembagaan Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) usai melaksanakan musyawarah daerah (Musda) beberapa waktu lalu belum juga memiliki pimpinan.

Kekosongan itu terjadi selain belum ditetapkan ketua dalam Musda pada 15-16 Juli 2017 itu lantaran harus menunggu persetujuan dari DAD Provinsi, karena rekomendasi beberapa waktu lalu masih dikirim ke provinsi.

Selain itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DAD yang ditunjuk beberapa waktu lalu yakni Abdul Wahid meninggal dunia pada 16 Juli 2017 lantaran mengalami sakit, hingga membuat kekosongan pimpinan di tubuh DAD.

"Kita belum menunjuk Plt Ketua DAD Kotim karena ketua baru datang, dan untuk sementara lagi dalam pertimbangan beliau, mungkin dalam waktu tidak terlalu lama," kata Wakil Ketua II DAD Provinsi Kalteng Prada KDR, Selasa (25/7/2017).

Bagaimana untuk sementara seperti apa kegiatan yang berkaitan dengan DAD siapa yang ambil keputusan, saat ini menurut Prada masih tetap menunggu keputusan pimpinan.

Agar nanti ditunjuk Plt Ketua DAD sebelum ditentukannya ketua defenitif DAD hasil dari Musda yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di geduang Wanita, Jalan A Yani Sampit. (NACO/B-5)