BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah bersama Kodim 1014/ Pbn memonitor aktivitas pertanian bawang merah di Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (25/7/2017).
Monitoring tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan penguatan kemandirian ekonomi berbasis pertanian serta pengelolaan potensi daerah.
Di lokasi proyek pengembangan tanaman bawang merah seluas 2 hektare, Bupati Kobar terlihat begitu antusias berbincang dengan petani bawang merah. Ia ingin mengetahui lebih dalam bagaimana proses penanaman bawang merah yang sebelumnya telah berhasil dipanen dengan hasil yang cukup baik.
Ia mengungkapkan, Desa Purbasari memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wilayah penghasil komoditas bawang merah. Menurutnya, selain Desa Purbasari mempunyai ketersediaan lahan, pasokan air yang cukup melimpah sangat menunjang.
"Selain itu juga faktor kondisi tanah yang apabila diolah dengan baik akan menghasilkan bawang merah dengan kualitas yang baik," ungkap Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah kepada Borneonews, Selasa (25/7/2017)
Bupati juga menegaskan, sejatinya ia sangat menginginkan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki komoditas unggulan. Bawang merah harus dikembangkan sebagai komoditas pertanian lainnya.
Menurutnya, untuk mencapai hal itu dibutuhkan konsistensi dan kemauan dari petani itu sendiri. Terkait dengan keterbatasan alat pertanian, Pemkab Kobar akan membantu memfasilitasi agar Kabupaten Kobar tidak tergantung hasil pertanian dari Jawa. (KOKO SULISTYO/B-2)
Bupati Kobar Monitoring Pertanian Bawang Merah
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DLH Kotim Perjuangkan Pembangunan Laboratorium Lingkungan untuk Dongkrak PAD
Bupati Kotim Ajak Perbanyak Doa Minta Hujan saat Karhutla Belum Reda
Penjual Nanas Dialihkan ke Lingkar Utara setelah Jalan Ujung Landasan Bandara H Asan Sampit Ditutup
Pembenahan Dermaga Inhutani Terkendala Aset, Dishub Kotim Rencanakan Bangun Halte Sungai Sampit-Seranau
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Warga Mulai Beradaptasi dengan Jalur Baru Setelah Jalan Tjilik Riwut Ujung Bandara Haji Asan Ditutup Permanen
Komentar (0)
Memuat komentar…







