BORNEONEWS, Palangka Raya – Para tokoh baik adat maupun agama bakal bersatu dalam perbedaan. Persatuan ini akan terlihat dalam kegiatan Masa Kemuliaan bertema kesatuan gereja dalam perbedaan di Bumi Tambun Bungai, Huma Betang dan Bumi Pancasila di Palangka Raya, Rabu (26/7/2017).

Kegiatan tersebut didukung oleh Yayasan Pelangi Indonesia Ministry. Ketua Panitia Pelaksana, Pendeta Royke Wowiling mengatakan, kegiatan itu akan diikuti puluhan ribu umat yang tergabung dalam berbagai gereja di berbagai daerah. Selain Palangka Raya, daerah lain yakni Kabupaten Pulang Pisau, Katingan, Gunung Mas, Kapuas, Bartim, Barsel dan Kotim.

"Ada 115 orang yang bekerjasama dengan berbagai gereja bersatu dalam kepanitiaan. Dalam perbedaan, terjadi roh kesatuan, tidak lagi memandang perbedaan tapi bersinergi dalam perbedaan dalam satu tujuan, bagaimana masa kemuliaan itu terjadi di Kalteng," katanya, Selasa (25/7/2017) malam.

Rangkaian kegiatan dimulai dari seminar masa kemuliaan yang akan berlangsung di Kalawa Water Park, Jalan Tjilik Riwut Km 5 Palangka Raya. Kemudian pesta rohani pemuda di area pameran Jalan Temanggung Tilung dilanjutkan dengan Pumpung Hai Pesta Rohani.

"Kami juga bersatu, karena kami juga didukung oleh kesatuan umat Islam Kalteng dan mendapat pengawalan dari Banser. Di situ nanti akan melihat beginilah kerukunan di gereja."

"Sekali lagi, ini bukan menyamakan perbedaan, tetapi hidup dalam perbedaan, bersama-sama dalam perbedaan, bersinergi dalam perbedaan, membangun Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila dalam bingkai NKRI," tuturnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua PBNU Kalteng, Ustad Samsul Bakri mengatakan, kegiatan ini sebenarnya diinginkan oleh semua pemeluk agama, karena konsepnya menyatukan langkah dalam perbedaan, tidak memaksakan persamaan dalam perbedaan.

"Jadi menyatukan langkah dalam perbedaan demi kemajuan Kota Palangka Raya dan Kalteng secara umum. Perbedaan itu tidak akan pernah sama. Dan perlu digarisbawahi, perbedaan itu adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Bukan kehendak manusia. Oleh sebab itu kita sebagai manusia hanya menjalankan. Saya sering katakan seluruh agama itu benar, bagi pemeluknya," katanya.

Tokoh Masyarakat Kalteng yang juga sebagai mantan Ketua DAD Kalteng, Sabran Achmad menyebut, sangat mendukung atas terselenggaranya kegiatan itu. "Memang harus demikian. Mari perlihatkan diri kita ada. Mudah -mudahan Kalteng itu tetap abadi sebagai julukannya, Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila," ucapnya.

Lukes Tingkes, sesepuh di Kalteng berharap kegiatan pemersatu ini bukan hanya untuk orang Kristen tapi juga pemersatu seluruh umat beragama. Baik muslim, Kristen, Kaharingan, Hindu dan lain-lain.

"Sehingga Bumi Pancasila benar-benar kita aktualisasikan. Dan itu cara hidup leluhur kita dulu. Saya berharap, kegiatan ini juga dapat meningkatkan iman dan taqwa," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pelangi Indonesia Ministry, Emy Widjaya didampingi Pembina Yayasan Pelangi Indonesia Ministry, Hendrik Gomulia juga angkat bicara soal kegiatan tersebut. Dia menuturkan, kegiatan ini baru pertama kali digelar di Kalteng dengan membawa misi bisa bersatu dalam keragaman, perbedaan sebagaimana saat ini Indonesia tengah menggalakkan tentang Kebhinekaan.

"Sehinga ketika kita masuk ke sebuah daerah, kami selalu bekerjasama dengan pemerintah daerah, tokoh agama maupun adat. Dan kami sangat senang sekali karena bisa hadir di Kalteng untuk menjalankan misi yang Tuhan berikan untuk kita," ucap Emy.

Dia menambahkan, dalam kegiatan seminar juga diberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba, pergaulan bebas dan lain-lain. Sehingga, anak-anak muda benar-benar menjadi generasi penerus bangsa.

Selanjutnya, Ketua Badan Musyawarah Antar-Gereja Nasional Kalteng, Pendeta Hermisus Undjung mengatakan, kegiatan tersebut digelar berkat kerjasama dengan Yayasan Pelangi Indonesia Ministry.

"Supaya bisa menjangkau umat yang ada di Kalteng. Kegiatan ini juga didukung oleh gereja yang ada. Sehingga tercipta kerjasama yang baik dalam rangka berdoa untuk Kalteng menyatukan umat Kristiani dan meningkatkan pengetahuan ketakwaan," katanya. (BUDI YULIANTO/B-2)