BORNEONEWS, Palangka Raya - Polres Palangka Raya beberapa hari lalu menyiagakan personel untuk mengantisipasi terjadinya musibah banjir dan tanah longsor. Langkah itu diambil karena sejumlah daerah di Kalimantan Tengah terendam banjir.

Namun, Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir tidak diguyur hujan. Bahkan sinar matahari begitu menyengat.

Menyikapi hal ini, Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli mengatakan, pihaknya kini juga fokus mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Personel tetap siaga mengantisipasi terjadinya banjir. Tapi sepertinya sudah mulai mengering dan panas sehingga kita harus menyiagakan masalah karhutla," ucap Kapolres kepada Borneonews.co.id, Rabu (26/7/2017).

Dia menuturkan, titik rawan terjadinya karhutla berada di Jalan Tjilik Riwut, Km 26, ke atas. Kemudian daerah Sebangau dan lingkar luar. "Namun bukan berarti kita tidak mengantisipasi tempat lain. Semua tetap kita waspadai," ungkapnya.

Seperti diinformasikan, pada Selasa (25/7/2017) sekitar pukul 12.45 WIB, kebakaran lahan terjadi di daerah Sebangau, Palangka Raya. Api sempat membesar dan baru padam sekitar pukul 14.00. Saat ini, Polres tengah memanggil pemilik lahan untuk dimintai keterangan. (BUDI YULIANTO/B-3)