BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada dasarnya semua sekolah yang ada di kota Palangka Raya telah melaksanakan UKS. Hal ini lantaran UKS yang merupakan upaya kesehatan sekolah adalah program kesehatan, bukan melulu ruang kesehatan yang berada di sekolah.

Namun tidak semua sekolah memiliki fasilitas kesehatan yang memang dibutuhkan ada pada ruang kesehatan.

"Fasilitas itu bisa berupa ruang khusus sebagai ruang kesehatan, tandu, ranjang UKS dan kotak P3K. Karena memang UKS hanya boleh mengelola kota P3K ya, tidak boleh mengelola obat-obatan," kata dr Dewi Rama Dewa, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya kepada Borneonews, Kamis (27/7/2017).

"Makanya sekolah selalu bekerja sama dengan puskesmas agar jika membutuhkan obat, guru yang sudah kita latih sebagai pelaksana UKS akan mengantar siswa ke puskesmas atau meminta obat ke puskesmas jika memang dibutuhkan jadi resepnya tetap dari puskesmas, guru tidak boleh sembarangan memberi obat," jelasnya.

Namun terkait pelaksanaan UKS, ia menyebut semua sekolah terah mererapkannya. Karena penerapan UKS berpatokan kepada Trias (3) UKS yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sekolah sehat.

"Jumlah sekolah di Palangka Raya ada untuk SD/MI 139 sekolah, SMP/MTsN 58 sekolah, dan SMA/SMK/MA 45 sekolah. Semuanya itu sudah menerapkan program UKS, tapi kalau kita kaitkan dengan fasilitas, saya bisa katakan 50 persennya belum berjalan dengan baik," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)