BORNEONEWS, Palangka Raya - Ada 139 sekolah dasar (SD)/MI di seluruh Kota Palangka Raya. Namun sayangnya, baru 14 sekolah yang gurunya telah dilatih dan dibina untuk memantau jentik.
Hal ini diakui dr Dewi Rama Dewa, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. "Untuk Sismantik (Siswa Pemantau Jentik) baru ada 52 SD yang kami bina, sedangkan untuk guru pembinanya baru ada 14 SD," ungkap dr Dewi kepada Borneonews, Kamis (27/7/2017).
Dewi mengakui, angka tersebut memang masih minim. Namun selain sismantik dan membina gurunya, Dewi menyebut, ada banyak program lain yang pihaknya jalankan di sekolah.
Selain pembinaan sismantik, dari Dinas Kesehatan, lanjut Dewi, juga ada penyuluhan contohnya penyuluhan DBD, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ada juga penyuluhan tentang cuci tangan karena cuci tangan ini bukan sekadar cuci tangan tapi cuci tangan di air mengalir dan pakai sabun. Edukasi-edukasi seperti itulah yang sering dilakukan.
"Karena kebetulan faktanya anak-anak kalau kena demam berdarah tidak ada yang dari rumah, pasti mereka dapatnya lebih banyak dari sekolah," katanya.
Hal ini terjadi, lantaran biasanya di laci-laci belajar anak yang ada di sekolah, kotor. Kertas dan sampah bungkus makanan kebanyakan hanya diletakan oleh anak-anak di laci meja belajarnya di sekolah. (TESTI PRISCILLA/B-2)
Dinkes Palangka Raya Baru Bina Guru di 14 SD untuk Memantau Jentik
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Komentar (0)
Memuat komentar…







