BORNEONEWS, Sampit - Lemahnya harga karet di Kabupaten Kotawaringin Timur selama ini tidak lepas dari perhatian pemkab terhadap para petani karet yang minim. Itu dapat terlihat beberapa tahun ini harganya tidak pernah stabil, padahal di daerah lain komoditas tersebut masih menjadi andalan, seperti di wilayah Kalimantan Selatan.

"Di Kalsel ada campur tangan Pemerintah Daerah sehingga petani sangat terbantu, mulai dari pembibitan hingga pengelolaan karetnya," kata anggota Komisi II DPRD Kotim, H Abdul Kadir, Jumat (28/7/2017).

Ia mencontohkan, di daerah Kalsel hasil petani karet memiliki sertifikasi sehingga hasil pertanian mereka diakui oleh dunia. Di Kotim, hal semacam itu menurut Kadir bisa dilakukan agar petani karet tidak semakin terpuruk.

Banyaknya petani karet yang mengubah pertanian karet menjadi perkebunan kelapa sawit menurut Kadir tentu suatu ancaman bagi daerah, harusnya ini jangan sampai terjadi.

Kadir yakin jika pemerintah peduli dengan masalah ini, harga karet akan stabil. Karena komoditas ini selalu menjadi kebutuhan. "Tetap pertahankan karet jangan sampai diganti dengan sawit," katanya. Karena suatu saat harga karet akan naik. "Jangan sampai ada yang beralih, meski kita tahu banyak petani karet yang sudah putus asa jika melihat kondisi harga seperti saat ini," pungkasnya. (NACO/B-2)