BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio enggan berspekulasi soal kebakaran yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Palangka, termasuk yang menimpa bekas rumah penjaga sekolah, Sabtu (29/7/2017) sekitar pukul 18.15 WIB.

"Saya tidak berani mengatakan (apakah dibakar). Biarlah kepolisian yang bekerja untuk mengungkap ini semua," kata Mofit di lokasi SDN 8 Palangka.

Mofit mengapresiasi gerak cepat petugas pemadam kebakaran, termasuk dibantu TNI dan Polri. Sebab, andai saja telat datang, besar kemungkinan ruang belajar sekolah ikut dilalap api.

Apalagi, bagian dinding atas ruang kelas 1 A sudah terlihat kehitaman. "Kalau telat datang, bisa terbakar," ungkapnya.

Peristiwa yang terjadi di bekas rumah penjaga sekolah ini membuat warga sekitar geger. Dua pertanyaan pun muncul apakah dibakar atau terbakar.

Apalagi penjaga sekolah, Nurenson (48) menyebut selain sudah tidak ditempati, bangunan yang terbakar itu tidak teraliri listrik.

Sama halnya yang disampaikan pemilik kantin di sekolah itu, Sapora (50). Dia menyebut bangunan yang terbakar itu juga tidak ada aliran listrik dan sudah kosong. (BUDI YULIANTO/B-6)