BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bakal Calon Bupati Lamandau 2018-2023, H. Hendra Lesamana menyerap aspirasi para pemuda. Itu yang dilakukannya dalam acara silaturahim yang diikuti ratusan pemuda, di kota Nanga Bulik dan sekitarnya, Jumat (28/7/2017) sore. Yang hadir dari berbagai kalangan, perwakilan entitas organisasi kepemudaan, berbagai komunitas, karang taruna sampai pemuda pada umumnya.


Pada acara yang bertempat di rumah makan Mahda, Padang Akasia, Nanga Bulik itu, Hendra Lesmana tampak langsung berbaur penuh keakraban dengan kalangan muda. Tak heran jika kesempatan itupun seketika berubah menjadi ajang curhat (curahan hati) para pemuda untuk menyampaikan kegalauan sekaligus harapan yang selama ini seolah terpendam.


Saat mendapat kesempatan berbicara, tanpa sungkan pula para pemuda bergiliran menyampaikan uneg-unegnya. Mulai dari curhat soal pengangguran dan peluang kerja, merosotnya prestasi olahraga dari masa ke masa, kegiatan pemerintah yang dinilai sekedar seromonial tanpa memiliki muatan pembinaan, dan berbagai jenis pembahasan lainnya.


"Sejauh ini pemuda di kita (Lamandau) banyak yang memiliki potensi luar biasa dalam berbagai bidang, baik ekonomi kreatif, hiburan maupun yang lainnya, tapi sayangnya masih kurang terfasilitasi," kata seorang pemuda dari Nanga Bulik, Harudi.


Ketika kita mencoba menyampaikan uneg-uneg kepada pemangku kebijakan, sambungnya, responnya selalu 'dingin', sehingga ekses negatif dari tidak tersalurkannya hobi dan potensi-potensi yang ada, tak sedikit jika generasi mudanya lari ke arah hal-hal yang negatif. "Kita ingin ke depan nanti pemimpin kita berjiwa muda dan lebih peka terhadap kondisi yang dirasakan para pemuda."


Hal yang senada disampaikan pemuda lainnya bernama Alan. Dirinya berharap agar kedepan Lamandau kembali dikenal sebagai gudangnya atlet olahraga, dalam cabang sepakbola khususnya, serta di berbagai cabang lain pada umumnya.


"Dulu saat kabupaten Lamandau masih kecamatan, daerah kita ini paling ditakuti kalau dalam urusan sepakbola, terkenal paling kuat dan selalu juara, karena sebetulnya talenta berbagai cabang olahraga termasuk khususnya sepakbola itu justu ada di kita Lamandau, kami berharap kejayaan itu dapat terulang. Kami juga yakin prestasi olahraga apapun akan dapat diraih jika ada keberpihakan yang nyata dari para pemangku kebijakan," katanya.


Ketimpangan ekonomi


Sementara itu, seorang pemuda yang dikenal aktif di salahsatu Lembaga Swadaya Masyarakat di Lamandau, Andi Pebriandi, juga menyampaikan harapannya agar pemimpin Lamandau di masa mendatang dapat melaksanakan pemerintahan dengan adil. Dirinya juga menyoroti ketimpangan ekonomi yang dinilainya masih terjadi di tengah masyarakat Lamandau saat ini, yang ditakutkan akan menjadi preseden buruk jika terus dibiarkan.


Sementara itu, dibincangi borneonews.co.id beberapa saat usai gelaran silaturahmi tersebut, H. Hendra Lesmana mengaku sangat mengapresiasi antusiasme para pemuda saat diberi kesempatan untuk menyampaikan uneg-uneg, keluh-kesah dan harapan-harapannya.


Menurutnya, harapan dan motivasi para pemuda yang dicurahkan itu sejatinya merupakan credit point yang harusnya disadari suatu daerah, dirinyapun mengaku sangat merasakan betul suasana kebatinan para pemuda tersebut.


"Dalam silaturahmi tadi sengaja kami memberikan porsi lebih kepada teman-teman. Dari situlah dapat kita rasakan dan fahami bersama bahwa para pemuda kita pada dasarnya ingin terlibat dalam pembangunan daerah, tidak muluk-muluk, mereka ingin terlibat sesuai porsi, kemampuan dan kapasitasnya masing-masing, hal itu harus kita hargai, harus kita banggakan dan kita syukuri betul," terangnya.


Kenapa?, sambung dia, dengan adanya rasa 'ingin' itulah berarti pemuda kita masih memiliki motivasi dan harapan. Terkadang, banyak orang tidak sadar bahwa sebetulnya yang namanya harapan dan motivasi itu adalah suatu modal yang sangat luar biasa untuk kita melangkah kedepan, untuk kita maju.


"Harapan dan motivasi untuk melangkah ini harusnya diolah menjadi kreativitas, jangan dibiarkan lalu kemudian tidak tersalurkan. Kaula muda di era ini betul-betul harus diberikan ruang kreativitas untuk dapat terus berkembang, ide-ide mereka biasanya genius dan sangat inovatif," katanya.


H. Hendra Lesmana juga mengaku tidak akan bosan untuk terus-menerus menyerap aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat, secara langsung maupun tidak langsung. Karena berdasar kondisi sosial kemasyarakatan yang nyata tanpa manipulasi itulah formula tepat untuk menentukan program skala prioritas akan didapat. (HENDI NURFALAH/N).