BORNEONEWS, Palangka Raya - Pihak Komisi C DPRD Kota Palangka Raya mengaku sanksi dengan kemampuan dana APBD Kota Palangka Raya untuk membangun sekolah-sekolah yang telah terbakar. Pasalnya hingga hari ini, Minggu (30/7/2017) sudah ada 8 sekolah dasar yang mengalami peristiwa kebakaran.
"Sebenarnya kita dari Komisi C bahkan DPRD Kota Palangka Raya sebelumnya sudah ada mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya untuk lebih memperioritaskan pembangunan ataupun rehap terhadap sekolah-sekolah dasar (SD) yang selama ini mengalami insiden kebakaran. Tapi waktu itu masih lima sekolah yang perlu dibangun ulang dan satu sekolah yaitu SDN 6 Palangka yang sedikit terkena dampak kebakaran dari SDN 1 Palangka. Kalau hanya itu kami rasa bisa diprioritaskan pada APBD tahun 2018 nanti. Tapi ternyata sekarang jumlah SD yang terbakar bertambah dan kita rasa APBD tidak akan sanggup menanggungnya," ungkap Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Rusliansyah Minggu (30/7/2017).
Karenanya, lanjut Rusliansyah, pihaknya meminta pemerintah provinsi turun tangan. Hal ini diminta lantaran SD-SD yang terbakar sebelumnya pun harus memutar otak agar anak-anak tetap bisa belajar bagaimanapun kondisinya.
"Memang yang menjadi kewenangan Pemprov itu hanya SMK Isei yang mengalami dampak dari kebakaran di SDN 1 Menteng subuh tadi tapi kami harapkan Pemprov juga ikut campur tangan dalam pembangunan SD di kota Palangka Raya yang terbakar ini," kata Politisi Partai Golkar ini.
Kebakaran telah terjadi setidaknya pada 8 sekolah dasar di Palangka Raya. Pertama kali terjadi pada awal bulan Juli lalu yakni pada SDN 1 Palangka, Selasa (4/7/2017) yang juga berimbas pada SDN 6 Palangka yang jaraknya hanya 3 meter dari SDN 1 Palangka. Lama berjeda dan tanpa memunculkan kecurigaan, SDN 4 Menteng kembali terbakar pada Jumat (21/7/2017).
Setengah jam kemudian, SDN 4 Langkai ikut berkobar pada hari yang sama, Jumat (21/7/2017). Kecurigaan mulai muncul, namun kepolisian mengeluarkan statement bahwa kedua sekolah ini terbakar lantaran konsleting listrik. Belakangan diketahui bahwa SDN 4 Langkai tidak teraliri listrik. Kebakaran kemudian terjadi kembali pada SDN 1 Langkai, Sabtu (22/7/2017) dini hari dan berlanjut pada SDN 5 Langkai pada pukul 05.00 WIB. Artinya kurang dari 24 jam, 4 sekolah dasar terbakar.
Di saat keadaan mulai tenang dan penjagaan diperketat, tenyata pada Sabtu (29/7/2017) petang SDN 8 Palangka kembali berkobar. Berlanjut pada SDN 1 Menteng, Minggu (30/7/2017) dini hari yang juga berimbas kepada SMK Isei yang letakknya bersebelahan. Dunia pendidikan Kota Palangka Raya berduka. (TESTI PRISCILLA/B-5)








