BORNEONEWS, Kota Palangka Raya - Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Rusliansyah mengaku beryuur lantaran kegiatan belaja rmengajar tetap terlaksana dengan baik di sekolah-sekolah dasar yang baru-baru ini mengalami musibah kebakaran. Hal ini diminta untuk tetap dilaksanakan dengan baik pula di SD yang dua hari ini juga mengalami kebakaran yakni SDN 1 Menteng dan SDN 8 Palangka.

"Sebelumnya Komisi C sudah melakukan kunjungan sekaligus memantau sekolah-sekolah yang terbakar, termasuk melihat proses belajar maupun mengajar. Bagusnya kita melihat untuk kegiatan belajar anak didik masih berjalan normal dan tidak ada persoalan, meski di tengah kekurangan yang ada. Kita harapkan hal ini bisa dicontoh juga oleh sekolah yang tadi malam dan tadi pagi juga mengalami musibah kebakaran," ungkap RUsliansyah, Minggu (30/7/2017).

Menurutnya, pihaknya mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh pihak sekolah terutama bagaimana menyiasasti agar proses belajar mengajar tetap jalan.

"Seperti kita lihat pada kunjungan dan pantauan di empat sekolah yang terbakar kemarin, pihak sekolah menerapkan sistem kebijakan belajar bergiliran, ada yang siang baru masuk sekolah dengan memanfaatkan ruang yang tidak terbakar. Lalu ada juga yang memanfaatkan ruang aula, walaupun tanpa beralaskan kursi, namun terpenting kegiatan belajar bagi peserta didik jangan terabaikan ditengah kekurangan. Termasuk sekolah yang mengambil kebijakan menggunakan ruang kelas sekolah lain yang berdekatan. Semoga ini bisa dicontoh untuk sekolah yang baru terbakar supaya Senin besok anak-anak tetap bisa belajar," harap Politisi Partai Golkar ini.

Kebakaran telah terjadi setidaknya pada 8 sekolah dasar di Palangka Raya. Pertama kali terjadi pada awal bulan Juli lalu yakni pada SDN 1 Palangka, Selasa (4/7/2017) yang juga berimbas pada SDN 6 Palangka yang jaraknya hanya 3 meter dari SDN 1 Palangka. Lama berjeda dan tanpa memunculkan kecurigaan, SDN 4 Menteng kembali terbakar pada Jumat (21/7/2017).

Setengah jam kemudian, SDN 4 Langkai ikut berkobar pada hari yang sama, Jumat (21/7/2017). Kecurigaan mulai muncul, namun kepolisian mengeluarkan statement bahwa kedua sekolah ini terbakar lantaran konsleting listrik. Belakangan diketahui bahwa SDN 4 Langkai tidak teraliri listrik. Kebakaran kemudian terjadi kembali pada SDN 1 Langkai, Sabtu (22/7/2017) dini hari dan berlanjut pada SDN 5 Langkai pada pukul 05.00 WIB. Artinya kurang dari 24 jam, 4 sekolah dasar terbakar.

Disaat keadaan mulai tenang dan penjagaan diperketat, tenyata pada Sabtu (29/7/2017) petang SDN 8 Palangka kembali berkobar. Berlanjut pada SDN 1 Menteng, Minggu (30/7/2017) dini hari yang juga berimbas kepada SMK Isei yang letakknya bersebelahan. Dunia pendidikan Kota Palangka Raya berduka. (TESTI PRISCILLA/B-5)