BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto mengau geram dengan aksi pembakaran kepada sekolah-sekolah dasar di Kota Palangka Raya belakangan ini. Selain geram, dirinya juga menghawatirkan psikologis anak-anak yang sekolahnya menjadi sasaran aksi teror ini.

"Peristiwa yang berulang terjadi dengan sasaran sekolah dasar ini membuat kita geram sekaligus prihatin. Apalagi peristiwa tersebut akan mempengaruhi iklim belajar anak didik yang bersekolah. Jadi saya ingatkan, bahwa peristiwa ini menjadi tanggung jawab bersama dan perlu mendapat perhatian dari masyarakat secara luas, untuk bahu membahu membantu menjaga keamanan lingkungan dan menjaga psikologis anak-anak kita," kata Sigit, Minggu (30/7/2017).

Dirinya meminta upaya optimal penjaga sekolah. Kalau perlu malah diminta guru-guru ikut piket sekolah khususnya yang laki-laki.

"Dan tidak hanya sekolahan tetapi perkantoran dan tempat ibadah. Karena ita tidak tau tujuan dari kebakaran beruntun ini apalah benar-benar sekolah atau malah pengecoh untuk tujuan sebenarnya. Api ini hanya mau membuat ketidaknyamanan di kota Palangka Raya," tegasnya.

Jauh sebelumnya kata Sigit, pihaknya telah meminta agar penjagaan ditingkatkan. Selain itu penjagaan juga selalu siaga. Namun ternyata lengah.

"Dimana itu para penjaga kok kurang empati dengan tempatnya bekerja. Tolong jalankan tugas dengan baik," tandasnya.

Kebakaran telah terjadi setidaknya pada 8 sekolah dasar di Palangka Raya. Pertama kali terjadi pada awal bulan Juli lalu yakni pada SDN 1 Palangka, Selasa (4/7/2017) yang juga berimbas pada SDN 6 Palangka yang jaraknya hanya 3 meter dari SDN 1 Palangka. Lama berjeda dan tanpa memunculkan kecurigaan, SDN 4 Menteng kembali terbakar pada Jumat (21/7/2017).

Setengah jam kemudian, SDN 4 Langkai ikut berkobar pada hari yang sama, Jumat (21/7/2017). Kecurigaan mulai muncul, namun kepolisian mengeluarkan statement bahwa kedua sekolah ini terbakar lantaran konsleting listrik. Belakangan diketahui bahwa SDN 4 Langkai tidak teraliri listrik. Kebakaran kemudian terjadi kembali pada SDN 1 Langkai, Sabtu (22/7/2017) dini hari dan berlanjut pada SDN 5 Langkai pada pukul 05.00 WIB. Artinya kurang dari 24 jam, 4 sekolah dasar terbakar.

Disaat keadaan mulai tenang dan penjagaan diperketat, tenyata pada Sabtu (29/7/2017) petang SDN 8 Palangka kembali berkobar. Berlanjut pada SDN 1 Menteng, Minggu (30/7/2017) dini hari yang juga berimbas kepada SMK Isei yang letaknya bersebelahan. Dunia pendidikan Kota Palangka Raya berduka. (TESTI PRISCILLA/B-5)