BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Rusliansyah meminta Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya lebih memperhatikan kondisi psikis anak-anak Sekolah Dasar (SD) saat ini pasca pembakaran pada 8 SD di sepanjang bulan Juli ini.

"Kemarin waktu rombongan komisi C memantau ke sekolah-sekolah yang terbakar tampaknya anak-anak tidak syok atau terpengaruh dengan kondisi terbakarnya sekolah tempat mereka belajar. Tapi waktu itu hanya ada 6 sekolah yang kebakaran dan dua di antaranya terjadi agak berjauhan jarak waktunya. Sekarang malah jumlahnya bertambah, kita khawatir anak-anak malah ketakutan," tutur Politisi Partai Golkar ini.

Meskipun aktifitas dari belajar mengajar masih berlangsung, namun Rusliansyah berpendapat pihak Pemko Palangka Raya jangan sampai tutup mata, terutama bagaimana mempercepat proses pembangunan ataupun rehap sekolah-sekolah yang mengalami kebakaran tersebut, sehingga aktifitas belajar akan lebih normal.

"Kita menyarankan pemko bisa melakukan prioritas pembangunan ataupun rehap yang dimasukan pada anggaran APBD murni 2018. Bagaimana pun caranya dengan melihat kondisi sekolah yang terbakar. Tapi kalau sekarang sudah tidak sanggup tampaknya APBD kita maka Pemprov ada perusahaan swasta diharapkan juga ikut ambil bagian," tandasnya.

Kebakaran telah terjadi setidaknya pada 8 sekolah dasar di Palangka Raya. Pertama kali terjadi pada awal bulan Juli lalu yakni pada SDN 1 Palangka, Selasa (4/7/2017) yang juga berimbas pada SDN 6 Palangka yang jaraknya hanya 3 meter dari SDN 1 Palangka. Lama berjeda dan tanpa memunculkan kecurigaan, SDN 4 Menteng kembali terbakar pada Jumat (21/7/2017).

Setengah jam kemudian, SDN 4 Langkai ikut berkobar pada hari yang sama, Jumat (21/7/2017). Kecurigaan mulai muncul, namun kepolisian mengeluarkan statement bahwa kedua sekolah ini terbakar lantaran konsleting listrik. Belakangan diketahui bahwa SDN 4 Langkai tidak teraliri listrik. Kebakaran kemudian terjadi kembali pada SDN 1 Langkai, Sabtu (22/7/2017) dini hari dan berlanjut pada SDN 5 Langkai pada pukul 05.00 WIB. Artinya kurang dari 24 jam, 4 sekolah dasar terbakar.

Disaat keadaan mulai tenang dan penjagaan diperketat, tenyata pada Sabtu (29/7/2017) petang SDN 8 Palangka kembali berkobar. Berlanjut pada SDN 1 Menteng, Minggu (30/7/2017) dini hari yang juga berimbas kepada SMK Isei yang letaknya bersebelahan. Dunia pendidikan Kota Palangka Raya berduka. (TESTI PRISCILLA/B-5)