BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palangka Raya, Ernawati menyesalkan kebakaran beruntun yang terjadi pada sekolah-sekolah dasar di Kota Palangka sepanjang Juli 2017 ini. Menurutnya, kebakaran yang entah disengaja atau tidak ini secara langsung membebani pihak sekolah baik dari segi materiel maupun psikis.
"Tanggung jawab guru semakin berat. Sekarang di sekolah-sekolah terutama SD guru juga diharuskan piket di malam hari untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan yang dapat mengganggu lingkungan sekolah, salah satunya kebakaran," ungkap Ernawati kepada Borneonews, Senin (31/7/2017).
Tugas guru saat siang hari seperti biasa adalah mengajar. Namun dengan adanya kebakaran beruntun ini, tugas guru menjadi bertambah dengan kegiatan piket malam. Apalagi setelah kebakaran kembali terjadi pada Sabtu (29/7/2017) dan Minggu (30/7/2017) kemarin, penjagaan semakin diperketat.
"Mungkin awalnya tidak semua sekolah yang melasanakan piket malam tapi karena kejadian kemarin sekarang semua sekolah melaksanakannya. Tugas guru makin berat, sudah mengajar, belum lagi tuntutan administrasi, sekarang harus piket malam," tambah Ernawati yang juga Kepala SDN 4 Menteng ini.
Selain semakin beratnya tugas guru, ada pula guru yang mengeluh tentang lambannya gerakan dari aparat berwenang untuk memutus mata rantai teror sekolahan ini.
"Kenapa pihak aparat terlihat lamban ya? Sedih melihat dunia pendidikan jadi korban. Kalau sudah begini pastilah sekolah yang disalahkan, dijadikan kambing hitam. Dianggap penjaga sekolah tidak kerja atau macam-macam. Padahal keamanan yang kurang tanggap," ungkap Guru SD yang enggan namanya disebutkan ini.
Kebakaran telah terjadi setidaknya pada delapan sekolah dasar di Palangka Raya. Pertama kali terjadi pada awal bulan Juli lalu yakni pada SDN 1 Palangka, Selasa (4/7/2017) yang juga berimbas pada SDN 6 Palangka yang jaraknya hanya 3 meter dari SDN 1 Palangka. Lama berjeda dan tanpa memunculkan kecurigaan, SDN 4 Menteng kembali terbakar pada Jumat (21/7/2017). Setengah jam kemudian, SDN 4 Langkai ikut berkobar pada hari yang sama, Jumat (21/7/2017).
Kecurigaan mulai muncul, namun kepolisian mengeluarkan statement bahwa kedua sekolah ini terbakar lantaran konsleting listrik. Belakangan diketahui bahwa SDN 4 Langkai tidak teraliri listrik.
Kebakaran kemudian terjadi kembali pada SDN 1 Langkai, Sabtu (22/7/2017) dini hari dan berlanjut pada SDN 5 Langkai pada pukul 05.00 WIB. Artinya kurang dari 24 jam, 4 sekolah dasar terbakar. Di saat keadaan mulai tenang dan penjagaan diperketat, tenyata pada Sabtu (29/7/2017) petang SDN 8 Palangka kembali berkobar. Berlanjut pada SDN 1 Menteng, Minggu (30/7/2017) dini hari yang juga berimbas kepada SMK Isei yang letakknya bersebelahan. Dunia pendidikan Kota Palangka Raya berduka. (TESTI PRISCILLA/B-2)
Pascakebakaran SD Beruntun, Guru di Palangka Raya Terpaksa Ikut Piket Malam
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
Dua Rumah di Kompleks Griya Anisah Permai Handil Bakti Hangus Terbakar
Kebakaran Landa Permukiman Padat di Gang Andalas Batulicin
Kebakaran Melanda Kawasan Padat Alalak Selatan Banjarmasin
Dua Pemuda Meninggal Dunia Akibat Terjebak Kebakaran Rumah
Kebakaran Melanda Kawasan Padat Simpang Belitung Banjarmasin
Komentar (0)
Memuat komentar…







