BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejumlah sekolah di Palangka Raya dijaga siang dan malam. Para guru punya tambahan pekerjaan paskakebakaran beruntun yang terjadi sepanjang Juli 2017 ini, yakni piket jaga malam. Tidak terkecuali pihak Kelurahan, salah satunya Kelurahan Buit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.
"Sekalian sambil berinteraksi dengan RT dan warga sambil mengingatkan untuk menggiatkan kembali poskamling di lingkungan masing-masing," ungkap Lurah Bukit Tunggal, Muhammad Heri Fauzi, Senin (31/7/2017).
Apalagi, lanjutnya, paskakebakaran beruntun yang terjadi pada beberapa sekolah dasar (SD) di Palangka Raya sepanjang Juli ini cukup menyita perhatian banyak pihak. "Iya, tidak lupa kita juga menyambangi sekolah-sekolah dan mengingatkan penjaga supaya lebih waspada lagi terhadap kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran," tambah Heri.
Sementara itu, menurut Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio, dalam menyikapi kondisi atau peristiwa terakhir yang terjadi, pihak sekolah tidak perlu khawatir, terpenting, kata dia, kemananan lingkungan harus tetap terjaga.
"Perlu diketahui bapak atau ibu guru maupun kepala sekolah, tidaklah sendiri ketika menghadapi berbagai hal terkait kondisi terakhir. Perlu saya sampaikan, pak wali kota sudah mengumpulkan dalam rapat terbatas dan ada tugas-tugas yang diberikan kepada kita semua, baik kepada SOPD maupun kepala sekolah, jadi semuanya terlibat dalam hal pengamanan," kata Mofit.
Dirinya juga mengingatkan kepada para camat ataupun lurah dapat mengecek kegiatan poskamling. "Tolong camat, lurah, RT/RW dan masyarakat aktifkan poskamling. Mari kita bantu aparat kepolisian dan TNI," tambah Mofit.
Kebakaran telah terjadi setidaknya pada delapan sekolah dasar di Palangka Raya. Pertama kali terjadi pada awal bulan Juli lalu yakni pada SDN 1 Palangka, Selasa (4/7/2017) yang juga berimbas pada SDN 6 Palangka yang jaraknya hanya 3 meter dari SDN 1 Palangka. Lama berjeda dan tanpa memunculkan kecurigaan, SDN 4 Menteng kembali terbakar pada Jumat (21/7/2017). Setengah jam kemudian, SDN 4 Langkai ikut berkobar pada hari yang sama, Jumat (21/7/2017).
Kecurigaan mulai muncul, namun kepolisian mengeluarkan pernyataan bahwa kedua sekolah ini terbakar lantaran konsleting listrik. Belakangan diketahui bahwa SDN 4 Langkai tidak teraliri listrik. Kebakaran kemudian terjadi kembali pada SDN 1 Langkai, Sabtu (22/7/2017) dini hari dan berlanjut pada SDN 5 Langkai pada pukul 05.00 WIB. Artinya kurang dari 24 jam, 4 sekolah dasar terbakar.
Di saat keadaan mulai tenang dan penjagaan diperketat, tenyata pada Sabtu (29/7/2017) petang SDN 8 Palangka kembali berkobar. Berlanjut pada SDN 1 Menteng, Minggu (30/7/2017) dini hari yang juga berimbas kepada SMK Isei yang letakknya bersebelahan. Dunia pendidikan Kota Palangka Raya berduka. (TESTI PRISCILLA/B-2)
Berbagai Pihak Tingkatkan Pengamanan Paskakebakaran Beruntun
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Landa Permukiman Padat di Gang Andalas Batulicin
Kebakaran Melanda Kawasan Padat Alalak Selatan Banjarmasin
Dua Pemuda Meninggal Dunia Akibat Terjebak Kebakaran Rumah
Kebakaran Melanda Kawasan Padat Simpang Belitung Banjarmasin
Lahan di Tol Lingkar Selatan Banjar Terbakar Hebat
Kebakaran Melanda Rumah Warga di Griya Ulin Permai Banjarbaru
Komentar (0)
Memuat komentar…







