BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio memuji kekompakan warga Kelurahan Pahandut saat melakukan piket jaga malam, Minggu (30/7/2017) malam. "Di wilayah itu ada dua sekolah dasar (SD) yaitu SDN Pahandut 2 dan SDN Pahandut 3 yang notabenenya peserta didik dari dua sekolah tersebut adalah warga dari kelurahan itu. Malam itu kami bagaimana rasa memiliki terhadap aset-aset yang ada termasuk sekolah dan aset lain seperti puskesmas betul-betul dimiliki oleh warga setempat," ungkap Mofit diwawancarai di sela patroli.

Para warga, lanjut Mofit, justru membebaskan guru-guru setelah pukul 21.00 WIB setiap malam untuk tidak terlibat langsung dengan keamananan lingkungan. "Warga ini mengambil alih karena warga sadar bahwa guru-guru itu besok pagi harus bekerja untuk mencerdaskan anak-anak dan cucu-cucu mereka. Nah pola kerja sama semacam inilah yang harus bisa menjadi contoh di kecamatan, kelurahan atau di RT-RT lain di seluruh wilayah Palangka Raya," tambah Mofit.

Kalau keamanan lingkungan sekolah itu hanya diserahkan kepada Kepala Sekolah dan guru, Mofit meyakini, kekuatan mereka akan terbatas. Tapi kalau seluruh warga secara bergantian menjaga setiap malam dan menganggap lingungan sekolah itu adalah bagian dari lingkungan tempat tinggalnya maka setiap hari warga Kota Palangka Raya akan berada dalam kondisi waspada dan kita dalam kondisi yang aman.

Kebakaran telah terjadi setidaknya pada delapan sekolah dasar di Palangka Raya. Pertama kali terjadi pada awal bulan Juli lalu yakni pada SDN 1 Palangka, Selasa (4/7/2017) yang juga berimbas pada SDN 6 Palangka yang jaraknya hanya 3 meter dari SDN 1 Palangka. Lama berjeda dan tanpa memunculkan kecurigaan, SDN 4 Menteng kembali terbakar pada Jumat (21/7/2017). Setengah jam kemudian, SDN 4 Langkai ikut berkobar pada hari yang sama, Jumat (21/7/2017).

Kecurigaan mulai muncul, namun kepolisian mengeluarkan pernyataan bahwa kedua sekolah ini terbakar lantaran konsleting listrik. Belakangan diketahui bahwa SDN 4 Langkai tidak teraliri listrik. Kebakaran kemudian terjadi kembali pada SDN 1 Langkai, Sabtu (22/7/2017) dini hari dan berlanjut pada SDN 5 Langkai pada pukul 05.00 WIB. Artinya kurang dari 24 jam, 4 sekolah dasar terbakar.

Di saat keadaan mulai tenang dan penjagaan diperketat, tenyata pada Sabtu (29/7/2017) petang SDN 8 Palangka kembali berkobar. Berlanjut pada SDN 1 Menteng, Minggu (30/7/2017) dini hari yang juga berimbas kepada SMK Isei yang letakknya bersebelahan. Dunia pendidikan Kota Palangka Raya berduka. (TESTI PRISCILLA/B-2)