BORNEONEWS, Palangka Raya - Tadi malam, Minggu (31/7/2017) warga Kota Palangka Raya kembali dikejutkan dengan status kebakaran di berbagai media sosial. Status-status ini memuat informasi mengenai terbakarnya SMAN 3 Palangka Raya yang ternyata adalah hoaks atau kabar bohong.
Menerima informasi ini, Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio sedikit geram. Pasalnya, ia sendiri sedang melakukan patroli ke sekolah-sekolah yang dijaga secara mandiri oleh pihak sekolah dan warga sekitar sekolah, dibantu dengan aparat berwajib. Tiba-tiba kabar bohong ini datang dan membuat gelisah lagi warga Kota Palangka Raya yang memang sedang waswas. "Saya minta pengguna gawai, kemudian yang hobi berselancar dengan media sosial untuk berhati-hati. Anda semua terikat dengan undang-undang ITE, saya ingatkan itu," kata Mofit agak keras.
Dirinya mengatakan, warga harusnya berempati dengan situasi saat ini bukannya memperkeruh suasana dengan membagikan kabar-kabar yang belum jelas kebenarannya, apalagi ternyata kabar tersebut bohong belaka. "Kami di Palangka Raya dalam status prihatin harus meningkatkan kewaspadaan, jangan main-main dengan berita semacam itu," tegas Mofit.
Mofit sendiri melakukan patroli ke sekolah-sekolah di malam hari ini. Menurutnya, karena ingin memastikan bahwa edaran surat nomor 364.1/365/DPKP/Kekr.Um-Peg/vTI/2017 tertanggal 22 juli 2017 ditandatangani oleh Wali Kota Palangka Raya Riban Satia, kemudian ajakan yang disampaikan Polda Kalteng, Polres Palangka Raya, Korem 102/Panju Panjung dan Kodim 1016/Plk ini sudah bisa diterjemahkan oleh masyarakat.
"Itu penekanan kita. Tapi saya melihat memang masih ada beberapa tempat yang masih harus kita tingatkan lagi sistem kerja sama keamanan lingkungan itu. Tapi ada juga yang sudah sangat solid seperti di Kelurahan Pahandut," pungkasnya.
Kebakaran telah terjadi setidaknya pada delapan sekolah dasar di Palangka Raya. Pertama kali terjadi pada awal bulan Juli lalu yakni pada SDN 1 Palangka, Selasa (4/7/2017) yang juga berimbas pada SDN 6 Palangka yang jaraknya hanya 3 meter dari SDN 1 Palangka. Lama berjeda dan tanpa memunculkan kecurigaan, SDN 4 Menteng kembali terbakar pada Jumat (21/7/2017). Setengah jam kemudian, SDN 4 Langkai ikut berkobar pada hari yang sama, Jumat (21/7/2017).
Kecurigaan mulai muncul, namun kepolisian mengeluarkan pernyataan bahwa kedua sekolah ini terbakar lantaran konsleting listrik. Belakangan diketahui bahwa SDN 4 Langkai tidak teraliri listrik. Kebakaran kemudian terjadi kembali pada SDN 1 Langkai, Sabtu (22/7/2017) dini hari dan berlanjut pada SDN 5 Langkai pada pukul 05.00 WIB. Artinya kurang dari 24 jam, 4 sekolah dasar terbakar.
Di saat keadaan mulai tenang dan penjagaan diperketat, tenyata pada Sabtu (29/7/2017) petang SDN 8 Palangka kembali berkobar. Berlanjut pada SDN 1 Menteng, Minggu (30/7/2017) dini hari yang juga berimbas kepada SMK Isei yang letakknya bersebelahan. Dunia pendidikan Kota Palangka Raya berduka. (TESTI PRISCILLA/B-2)
Hati-hati, Berita Hoaks soal Kebakaran Muncul di Medsos!
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dua Rumah di Kompleks Griya Anisah Permai Handil Bakti Hangus Terbakar
Kebakaran Landa Permukiman Padat di Gang Andalas Batulicin
Kebakaran Melanda Kawasan Padat Alalak Selatan Banjarmasin
Dua Pemuda Meninggal Dunia Akibat Terjebak Kebakaran Rumah
Kebakaran Melanda Kawasan Padat Simpang Belitung Banjarmasin
Lahan di Tol Lingkar Selatan Banjar Terbakar Hebat
Komentar (0)
Memuat komentar…







