BORNEONEWS, Sampit - Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diharapkan mampu mendeteksi secara dini terkait aktivitas organisasi yang bertentangan dengan Pancasila.

Hal tersebut disampaikan Plt Sekda Kotim Halikinnoor, agar Kepala Badan Kesbangpolinmas, Kaspul Bahri yang baru saja menggantikan kepala sebelumnya, Agus Suryo Wahyudi, agar bisa melanjutkan program yang berjalan sebelumnya.

"Apa yang sudah diprogramkan kepala badan sebelumnya agar bisa dilanjutkan dan bisa ditingkatkan lagi. Tugas Kesbangpolinmas mendeteksi dini gejala-gejala organisasi yang tumbuh dan bertentangan dengan UUD dan Pancasila," pesannya, Selasa (1/8/2017).

Dia menambahkan, peran Kesbangpolinmas sangat besar dalam menjaga keutuhan NKRI. Untuk itu setiap organisasi ataupun LSM yang terdaftar di Kesbangpol harus jelas anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk seluruh ASN, sebagai pegawai yang menjadi panutan di lingkungan masyarakat agar menjadi contoh yang baik di lingkungannya dan lebih mengenal mana Ormas yang terlarang dan mana yang dibolehkan atau bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat dan membantu masyarakat.

"Harapan kita bukan saja Badan Kesbangpol tapi justru ASN seluruhnya bisa memberikan masukan atau pencerahan kepada masyarakat mengenai organisasi terlarang agar tidak masuk ke dalam lingkungannya," tutupnya. (NOOR ANNISA/B-5)