BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta tidak terpengaruh terhadap paham yang menyimpang seperti radikalisme. Dan hal tersebut harus diantisipasi.

"Masyarakat Kotim harus pintar, dan harus anti radikalisme, karena itu sangat berpengaruh terhadap nasionalisme kebangsaan," ujar Kapolres Kotim AKBP Muchtar Supiandi Siregar di sela acara Ikrar Gelora Kebangsaan di Ikon Jelawat, Sampit, Selasa (1/8/2017).

Sejauh ini, kata Muchtar, pihaknya terus melakukan upaya penangkalan masuknya paham radikalisme. Salah satunya dengan membentuk satgas anti radikalisme yang baru saja dilantik pada Selasa (1/8/2017).

Hal itu dilakukan agar menghindari gerakan mereka yang dapat memecahbelahkan masyarakat. Sehingga membuat negara ini menjadi konflik.

"Kami tidak ingin radikalisme masuk ke Kotim, maka dsri itu kami bentuk satgas tersebut," kata Muchtar.

Sementara Komandan Kodim 1015 Sampit Letkol Inf I Gede Putra Yasa mengungkapkan bahwa mereka sudah menyebar anggotanya baik intelegen maupun lainnya. Hal itu dilakukan agar dapat mencegah masuknya paham radikalisme.

"Yang pasti kami tidak ingin sedikitpun adanya masuk paham radikalisme ke Kotim ini, dan kami akan terus melakukan penjagaan ketat," ungkap Gede.

Pihaknya juga tidak segan menindak tegas bagi para penyebar paham radikalisme di Kotim ini. Hal itu dilakukan agar masyarakat tetap terjaga dan kamtibmas di daerah ini juga berjalan dengan baik. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)