BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Memasuki musim kemarau, semua pihak mulai mempersiapkan diri untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Apalagi, dari radar BMKG Pangkalan Bun, pada 31 Juli 2017 diketahui terdapat lima hotspot di wilayah Provinsi Kalteng.

"Di antaranya terdapat satu titik dengan kepercayaan lebih dari 80% berada di wilayah Mentaya Hilir Selatan Kabupaten Kotim," jelas Kepala BMKG Pangkalan Bun Lukman Soleh, Selasa (1/8/2017).

Terkait hal itu, Kepala Daerah Operasi III Manggala Agni Pangkalan Bun Binsar Oktavianus Togatorop menjelaskan, menindaklanjuti adanya hotspot tersebut, pihaknya bersama TNI/Polri dan BPBD Kotim Selasa (1/8/2017) siang, regu 3 Sampit langsung bergerak ke TKP untuk melakukan pantauan.

"Karena setiap hari kami mendapat informasi dari pihak BMKG. Jadi bila ditemukan hotspot biasanya kami akan cek lokasi terlebih dahulu untuk memastikan sebelum mengerahkan personel lainnya guna melakukan pemadaman," jelas Binsar yang wilayah tugasnya meliputi lima kabupaten yaitu Kobar, Kotim, Seruyan, Sukamara dan Lamandau.

Binsar juga menjelaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan menggelar patroli dan posko terpadu yang juga melibatkan masyarakat. "Rencananya kegiatan tersebut akan kami gelar minggu kedua bulan Agustus ini. Kegiatan akan digelar di wilayah tugas kami yang dianggap rawan karhutla yaitu di wilayah pesisir contohnya wilayah Sebuai, Sei Bakau, Kubu untuk wilayah Kobar dan Sei Pasir untuk wilayah Sukamara," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-2)