BORNEONEWS, Muara Teweh - Ratusan anggota TNI/Polri, Satpol PP, pelajar dan mahasiswa mengenakan ikat kepala Merah Putih mengikuti apel dan Pesan Ikrar Kebangsaan untuk Merah Putih Indonesia Kerja Bersama di halaman kantor Bupati Barito Utara, Selasa (1/8/2017).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polres Barito Utara bekerjasama dengan pemerintah daerah. Kapolres Barito Utara AKBP Tato Pamungkas Suyono membacakan sambutan Kapolda Kalteng Brigjenpol Anang Revandoko mengatakan bahwa dalam catatan sejarah Bendera Merah Putih telah dipergunakan oleh nenek moyang sejak masa Kerajaan Majapahit pada saat peperangan maupun dalam peringatan upacara kebesaran raja.
“Demikian pula pada masa perjuangan para pahlawan melawan penjajah sampai dengan abad 20 dipergunakan para pejuang untuk merebut kemerdekaan dan secara resmi dikibarkan pada Proklamasi 17 Agustus 1945 dan ditetapkan menjadi bendera nasional sesuai UUD NKRI,” katanya.
Dikatakannya, Bendera Merah Putih memiliki nilai filosofi merah bermakna berani dan putih bermakna suci. Makna lain adalah merah melambangkan tubuh manusia dan putih melambangkan jiwa manusia, sehingga merah putih memiliki makna manusia yang seutuhnya.
Lebih lanjut, pesan kebangsaan yang disampaikan presiden Soekarno pada peringatan hari ulang tahun Kemerdekaan RI tahun 1963 yaitu "Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka dan perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri".
Demikian pula, katanya, pesan kebangsaan yang disampaikan Moch. Hatta, "Jatuh bangunnya bangsa ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indionesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan ibu pertiwi".
"Pesan kebangsaan ini menjadikan suatu tantangan dan motivasi bagi kita sebagai generasi penerus bangsa dan semangat gotong royong dan kebersamaan untuk rela berkorban demi menjaga keutuhan serta mampu mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. Para pendiri bangsa ini telah sepakat membuat pedoman hidup berbangsa dan bernegara untuk diamalkan dalam kehidupan yakni PANCASILA merupakan hasik renungan bangsa yang bersifat dinamis dan mempersatukan segenap bangsa Indonesia," jelasnya. (RAMADHANI/B-6)








