BORNEONEWS, Pangkalan Bun - United Plantations Bhd., induk dari PT Surya Sawit Sejati yang beroperasi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, mencatat performa apik selama kuartal kedua yang berakhir 30 Juni 2017.
Dalam laporan keuangan yang dikutip The Star, Selasa (2/8), United Plantations membukukan lonjakan laba bersih hingga 52% pada kuartal kedua tahun ini, yang ditopang oleh meningkatnya produksi dan naiknya harga minyak sawit mentah (CPO) dan palm kernel (PK).
Namun demikian, perusahaan yang mengelola sekitar 100.000 hektare di wilayah Indonesia ini memperingatkan bahwa pemulihan produksi sawit selama semester kedua tahun ini diperkirakan tak sebesar yang diharapkan.
“Risiko utama untuk produksi yang lebih rendah dari perkiraan lebih disebabkan oleh kurangnya tenaga kerja di lapangan, terutama mereka yang bertugas memanen dan mengangkut hasil panen ke pabrik pengolahan. Kondisi itu berimbas pada semua perusahaan sawit pada masa panen yang diharapkan terjadi pada Juli-September 2017,” kata United Plantations.
Dalam laporannya ke Bursa Malaysia, perusahaan ini mengatakan laba bersih tumbuh menjadi RM109,75 juta (Rp341,2 miliar) dari RM72,35 juta (Rp224,9 juta) pada periode yang sama tahun lalu.
--page
Sedangkan pendapatan selama kuartal kedua melonjak hampir 30% menjadi RM355,3 juta, dari RM277,7 juta pada periode sebelumnya.
Secara kumulatif, pada semester pertama 2017, United Plantations mencatat kenaikan laba bersih 42% menjadi RM187,4 juta dari RM132,1 juta tahun lalu.
Pendapatan pada periode tersebut tumbuh 37% menjadi RM734,5 juta dari RM537,3 juta pada periode sebelumnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








