BORNEONEWS, Sampit - Badan Meteorologi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Bandar Udara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyatakan saat ini sudah memasuki musim kemarau.
"Saat ini sudah memasuki musim kemarau, sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran lahan. Apalagi kelembaban udara berada pada angka di bawah 70%," ujar Kepala BMKG Bandara H Asan Sampit, Nur Setiawan.
Setiap kali memasuki musim kemarau, peristiwa kebakaran hutan dan lahan selalu terjadi di Kotim. Hal itu dikarenakan berbagai macam faktor, mulai dari sengaja dibakar ditambah kondisi tanah gambut yang mudah terbakar.
Di Kotim saat ini sudah terpantau ada 12 titik api yang menyebar di beberapa kecamatan. Yang terbanyak berada di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, yakni lima titik.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta masayarakat dan kecamatan, masih melakukan upaya pemadaman di daerah selatan tersebut. Terutama di Desa Basirih Hilir dan Desa Handil Sohor.
Bahkan kebakaran lahan di dua kecamatan tersebut sudah mencapai 50 hektare. Dan ada yang sudah berlangsung sejak lima hari terakhir. Medan yang cukup jauh dan hanya sebagian saja bisa dilintasi menggunakan motor juga menjadi salah satu kendala bagi tim untuk menjinakkan api. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








