BORNEONEWS,Kuala Kapuas - Kabupaten Kapuas boleh berbangga meraih Piala Adipura untuk kota sedang terbersih. Namun euforia akan kemenangan tersebut malah berbanding terbalik dengan apa yang didapat oleh pasukan kuning.

Pekerjaan yang digeluti mereka mulai dari menyapu jalan sampai mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir tidak sebanding dengan upah yang mereka terima. Pasalnya, upah mereka masih di bawah Upah Minimim Kabupaten (UMK) yang dipatok sebesar Rp 2.200,000,-. "Kami setiap bulan hanya terima Rp 1.600,000,- bersih setelah di potong BPJS," kata Rshmadi salah satu anggota pasukan kuning, Kamis (3/8/2017).

Ramadi mengakui untuk mencukupi keluarga dengan gaji Rp 1.600,000,-di zaman sekarang tentu tidak cukup. Namun apa boleh buat, pekerjaan ini sudah digeluti selama 14 tahun lamanya. Sejak gaji Rp100 ribu per bulan hingga sekarang Rp1,6 juta. "Kalau upah tersebut tidak cukup, apalagi saya sudah berkeluarga dan memiliki anak dua," ungkap dia.

Ia berharap Pemkab Kapuas mau menaikan gaji yang standar. Sebab pekerjaan sebagai tenaga kebersihan untuk menjaga kota Kuala Kapuas menjadi bersih sudah menjadi bagian dari tugas.Namun terkadang hari libur pun turun kerja di hitung lembur,untuk hari minggu dan hari Nasional. "Kita berharap Bapak Bupati mau menaikan gaji kami karena gaji yang kami terima setiap bulan belum lah cukup,walau pun ada uang lembur ketika ada hari libur masuk kerja," ungkapnya. (DJIMMY NAPOLEON/B-8)