BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) membukukan penjualan pada semester I tahun ini sebesar Rp743 miliar, ditopang penjualan sawit yang semakin moncer.

"Kami juga membukukan kenaikan laba kotor 117% ke Rp351 miliar dan laba operasi Rp141 sepanjang semester I 2017 dibandingkan semester I tahun lalu. Manajemen UNSP optimistis, kinerja perseroan akan terus membaik pada tahun ini, berdasarkan siklus, produksi sawit biasanya mencapai puncaknya di semester kedua setiap tahun," kata Direktur & Investor Relation Bakrie Sumatera Plantations, Andi W. Setianto, di Jakarta.

Perseroan, menurut Andi, telah melakukan sejumlah program revitalisasi perkebunan dan fasilitas produksi untuk menjaga produktivitas kebun inti sawit dan karet, di tengah pelemahan harga komoditas Crude Palm Oil (CPO).

"Harga komoditas sawit utama, yaitu CPO, melemah dari level bulanan US$720 per ton FOB Malaysia di Januari hingga ke level US$620 pada Juni 2017," papar dia.

Andi menilai, kebijakan pungutan CPO Fund US$50 per ton untuk subsidi program biodiesel nasional menyebabkan diskon harga CPO domestik yang diterima perseroan dan petani dari menjual CPO dan FFB (Fresh Fruit Bunch) di pasar lokal.

"Perseroan mengikuti protokol Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) and Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan, di antaranya kebijakan zero-burning atau tanpa membakar dalam melakukan kegiatan perkebunan," pungkasnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)