BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Indonesia berkomitmen melakukan penghapusan penggunaan merkuri di lokasi pertambangan emas skala kecil (PESK). Untuk itu, Direktorat Pengelolaan B3 kementerian LHK, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan PBB United Nation Development Program (UNDP) mengunjungi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Ketua Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) Kobar Mardani Jumat menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan sebagai persiapan proyek mengurangi emisi merkuri yang berasal dari kegiatan PESK, melalui pengenalan teknologi tepat guna non merkuri dalam proses ekstraksi emas. "Selain itu, program ini juga bertujuan mendukung komunitas PESK dalam mengurangi penggunaan merkuri," ujar Mardani, Jumat (4/8/2017).

Menurutnya, selain melakukan kunjungan ke wilayah Sambi Kecamatan Arut Utara yang banyak terdapat PESK, pada Kamis (3/8/2017) rombongan tersebut juga bertemu dengan Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah dan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) lainnya di Kobar.

"Intinya Wakil Bupati menyambut baik rencana program tersebut. Lantaran tujuannya sesuai dengan Konvensi Minamata untuk penghapusan penggunaan merkuri untuk industri dan tambang segera akan diratifikasi. Selain itu tambang rakyat adalah sektor yang paling cepat mengentaskam kemiskinan dan mengatasi pengangguran," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-2)