BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada cerita miris di balik terungkapnya kasus Zaenab (55) yang hidup terasing dari keluarga dan terkurung di rumah apung (lanting) Bantaran Arut, Kelurahan Raja, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Informasi terhimpun, Zaenab yang dibawa keluarganya dari Banjarmasin sejak kecil sudah mengalami keterbelakangan mental. Walau mengalami gangguan psikologis, Zaenab tidak pernah melakukan hal-hal yang membahayakan baik keselamatan dirinya maupun orang lain.
Hingga usia 50-an, ia hidup berdampingan dan bermasyarakat dengan warga sekitar. Namun menginjak usia di atas 50, emosi Zaenab sering meledak-ledak sehingga kerap marah-marah. "Dari kecil Zaenab sudah mengalami gangguan mental, tapi ia hidup normal dan bermasyarakat," kata salah satu warga sekitar kepada Borneonews.
Ia menambahkan, tidak stabilnya kondisi emosi Zainab dialaminya sejak tiga tahun terakhir sehingga oleh keluarganya dikurung di lanting. Saban hari keluarganya rutin mengirimi makanan untuk Zainab.
Untuk diketahui, terungkapnya kasus Zainab bermula dari dilaksanakannya kegiatan Jumat Bersih. Wabup Kotawaringin Barat, Ahmadi Riansyah yang memimpin kegiatan tersebut mendapat laporan dari warga dan segera menyambangi lanting tempat Zainab dikurung. (KOKO SULISTYO/B-2)
Zaenab Menderita Gangguan Jiwa sejak Kecil dan Hidup Terkurung di Lanting
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







