BORNEONEWS, Palangka Raya - Komoditas karet di Kalimantan Tengah sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Wuryanto, Sabtu (5/8/2017).

"Kaitannya sangat erat. Kalteng saat ini memiliki luasan lahan karet sebesar 251 ribu hektar. Sebesar 78, 56 persen dari jumlah tersebut merupakan perkebunan rakyat. Artinya, posisi karet sangat penting khususnya dalam upaya pengembangan ekonomi kerakyatan," ungkap Wuryanto.

Namun dalam perkembangannya saat ini, lanjut Wuryanto, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam usaha meningkatkan kesejahteraan petani karet di Kalteng. Seperti, rendahnya produktivitas karet yang dihasilkan sebagai akibat minimnya perawatan yang dilakukan petani karet pada tanamannya.

Saat ini tercatat produktivitas karet di Kalteng sebesar 1,04 ton per Ha atau berada di bawah rata-rata produktivitas nasional yang sebesar 1,23 ton per Ha.

"Selain itu harga karet yang diterima petani akibat cara pengolahan yang salah juga rendah. Saat ini rata-rata harga karet yang diterima oleh petani karet di Kalteng sebesar Rp4.000-5.000 per Kg, sangat jauh berada di bawah harga karet alam global yang mencapai Rp14.000-18.000 per Kg," kata Wuryanto.

Dalam perkembangannya di beberapa tahun terakhir, sejumlah permasalahan tersebut semakin diperparah oleh kondisi penurunan harga karet global sejak tahun 2012. Berdasarkan data Bloomberg, saat ini harga karet global berada pada tingkat USD 1,90 per kg, atau mengalami penurunan sebesar 53,77% sejak tahun 2012.

Mencermati beberapa kondisi tersebut, Bank Indonesia sejak tahun 2015 telah fokus membantu pengembangan Kelompok Usaha Bersama Karet (KUBK) melalui penguatan kelembagaan, meningkatkan akses ke lembaga keuangan dan akses pasar.

Ada 3 KUBK di Kabupaten Pulang Pisau dan Palangka Raya yang menjadi fokus pendampingan Bank Indonesia dalam hal pengembangan karet yakni KUBK Karuhei Tatau (Pulang Pisau), KUBK Palampang Tarung (Pulang Pisau) dan KUBK Pananjung Tarung (Palangka Raya).

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan Bank Indonesia dalam hal pengembangan KUBK tersebut diantaranya memberikan bantuan PSBI pembangunan gudang pengering Bokar, melakukan pengenalan dan pelatihan model bisnis KUBK, pembenahan administrasi dan keuangan KUBK, penguatan pengurus/anggota KUBK, fasilitasi pengurus KUBK dalam mengakses permodalan dan perbankan.

"Saat ini KUBK binaan Bank Indonesia telah menjadi role model bisnis pengembangan UMKM yang telah direplikasi di 3 kabupaten lain. Beberapa capaian KUBK binaan Bank Indonesia Kalteng di antaranya saat ini KUBK binaan masing-masing telah memiliki gudang pengering BOKAR dengan kapasitas 6 hingga 8 ton," katanya.

Dengan adanya gudang tersebut dan teknik pengolahan bokar yang benar, harga karet yang diterima KUBK binaan telah meningkat dari Rp4.000-5.000 per Kg menjadi Rp10.000-12.000 per Kg. KUBK binaan Bank Indonesia telah memiliki bisnis proses kepengurusan dan pengelolaan administrasi keuangan yang telah baik serta terdapat KUBK yang telah mendapatkan akses kredit perbankan dari Bank Pembangunan Daerah Provinsi Kalteng. (TESTI PRISCILLA/B-11)