BORNEONEWS, Sampit - Sungguh malang nasib Subarjo. Kakek 50 tahun ini, tewas ditabrak sebuah mobil hingga terseret sampai 200 meter, dan tewas, saat pulang usai salat subuh, Sabtu (5/8/2017), pukul 05.15 WIB.
Warga menyampaikan duka mendalam untuk warga Jalan Tjilik Riwut KM 34, Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu.
"Saat itu kondisi masih gelap, jadi tidak banyak yang melihat, sehingga mobil yang menabrak kakek itu langsung kabur tanpa berhasil dikejar warga sekitar," ujar Desi, salah satu warga sekitar, Sabtu (5/8/2017).
Kondisi korban sangat memprihatinkan. Subarjo mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan beberapa bagian badannya, akibat terlindas ban mobil penabrak tersebut. Hingga Minggu (6/8/2017), kasus tersebut masih ditangani pihak kepolisian. Polisi bekerja keras mencari pelaku tabrak lari tersebut.
Kecelakaan tersebut terjadi saat korban pulang salat subuh. Saat menyeberang jalan pulang kerumah, sebuah mobil dari arah Sampit menuju Palangka Raya melaju kencang, dan menabrak korban.
Namun setelah menabrak, mobil tersebut bukannya berhenti, malah jalan terus hingga menyeret korbannya mencapai 200 meter. Subarjo akhirnya tewas di tempat kejadian. Pengemudi mobil tersebut, terus tancap gas meninggalkan korbannya. (MUHAMMAD HAMIM/N).








