BORNEONEWS,Palangka Raya – Kasus pembakaran sejumlah sekolah di Kota Palangka Raya masih menjadi sorotan publik. Polda Kalteng beberapa hari lalu telah menggelar pers rilis penangkapan dua tersangka pembakar tiga sekolah, yakni SRY dan FA.
Namun, saat itu disebutkan bahwa keduanya hanya menjalankan perintah dari seseorang berinisial HG. Baru-baru ini, santer terdengar inisial lain yakni IG. HG disebut-sebut inisial dari Hendra Gunawan, sedangkan IG adalah Indra Gunawan.
Apakah mereka satu orang? Aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi soal ini. Meski demikian, kabar lainnya menyebut bahwa polisi telah menangkap IG atas dugaan sebagai pelaku pembakaran. Lokasi penangkapan di Jalan Reflesia, Kamis (3/8/2017).
Minggu (6/8/2017), Borneonews menemui istri IG, Sri Eka Wati. Saat dimintai konfirmasi, Sri membenarkan bahwa suamianya ditangkap polisi pada Kamis (3/8/2017) pagi.
“Waktu itu saya lagi di kantin (warung sekolah). Suami lagi tiduran di depan TV. Penangkapannya pas jam sekolah. Makanya anak-anak ada yang nangis minta diantarkan pulang,” katanya.
Mengenai pergaulan sehari-hari sang suami, Sri menyebut bahwa IG selalu pergi keluar rumah bersamanya. Namun, IG tidak pernah bercerita tentang pembakaran sekolah yang kini sedang heboh menjadi perbincangan banyak kalangan.
Saat ditanya apakah dia mengenal SRY dan FA? Sri menyebut tidak. “Kami berharap polisi memberikan kejelasan dan mencari pelaku sebenarnya sampai tuntas. Saya yakin suami saya tidak terlibat. Kalaupun memang berbuat, ya kita pasrah,” ungkapnya.
Sri menuturkan, suaminya tidak pernah membicarakan soal kabar heboh beberapa sekolah dibakar. “Pernah anak perempuan saya bertanya, pah tahu enggak orang yang bakar dikasih berapa? Rp500 ribu katanya. Tetapi suami saja tidak ada komentar apa-apa. Tidak ada jawab,” ungkap Sri.
Adik kandung IG, Wondo Jaya Kaharap mengatakan bahwa kakaknya memang diamankan polisi. “Namun polisi belum memastikan. Makanya kita butuh ini juga. Ini harus dirilis,” kata Wondo.
Ia menuturkan, informasi soal penangkapan kakaknya diterima dari kerabatnya. Karena penasaran, ia pun mendatangi tempat tinggal IG untuk memastikan hal itu.
“Saya tanya ke keluarga, apa benar Indra Gunawan terlibat? Tidak katanya. Waktu kejadian di mana? Katanya di rumah,” beber Wondo lagi.
Ia menyebut, sejauh ini dirinya belum mendapat kesempatan untuk bertemu dengan sang kakak yang telah diamankan aparat kepolisian.
“Kita ingin membesuk dan memastikan keadaannya saja. Juga tanya apa benar dia terlibat. Kalau IG memang terlibat, kita ikhlas dan menyerahkan keproses hukum. Kita tetap akan menghormati proses hukum, tapi di situ juga ada praduga tak bersalah,” ungkapnya.
“Harapan kami, kepolisian segera mengekspose, memberikan kejelasan antara IG dan HG. Harus jelas. Kalau memang IG terbukti terlibat, keluarga ikhlas,” imbuhnya.
Meski demikian, Wondo yakin kakaknya bukanlah pelaku pembakaran SD. Apalagi, lanjut dia, jika menyuruh seseorang dan memberinya upah. Hal ini juga karena bisa dilihat dari sisi ekonomi IG dan keluarga.
Kalaupun terbukti, dirinya meminta aparat mengungkap sampai ke akar-akarnya. “Jangan habis sampai di IG saja. Harus diungkap sampai ke akar-akarnya. Yang dirugikan bukan saja masyarakat Kalteng, saya pun juga merasa sebagai warga di sini. Ungkap sampai ke akar-akarnya. Saya ingin siapa yang mendanai, tangkap semua,” pintanya.
Di sisi lain, Wondo menyampaikan permohonan maaf kepada semua warga bila IG nantinya terbukti bersalah. Mengenai bagaimana keseharian IG, dia menyebut sang kakak bertingkah laku biasa saja.
“Polisi harus cepat memberikan rilis berita yang benar. Sebab kita juga waswas, apalagi ini menyangkut nama baik sesorang,” sebutnya. (BUDI YULIANTO/B-3)








