BORNEONEWS, Palangka Raya – Tidak bisa dipungkiri, nama Universitas Palangka Raya (UPR) masih belum cukup baik terutama belakangan ini akibat sorotan baik internal maupun eksternal. Prof Sulmin Gumiri, salah satu bakal calon (Balon) Rektor UPR, sudah siap pasang strategi sejak ditetapkan sebagai Balon Rektor 2017-2021 oleh senat universitas pada 2 Agustus kemarin.

Tidak banyak basa-basi apa yang dikatakan Lulusan Hokkaido University, Jepang untuk gelar PhD ini. Hal tersebut karena berpengalaman dalam kancah nasional maupun internasional. Jurnal-jurnalnya diakui oleh lembaga jurnal internasional. Ada tiga kunciyang menurutnya akan menaikkan ‘pamor’UPR ke depan. Apa itu?

“Strategi yang saya lakukan ada tiga kunci, yaitu melakukan transformasi tata kelola, membangun kebersamaan, dan meningkatkan kinerja untuk keunggulan daya saing UPR,” ungkapnya kepada Borneonews, Selasa (8/8/2017).

Menurut Profesor Ilmu Lingkungan ini, sasaran dari strategi yang akan diterapkan tersebut akan berdampak pada meningkatnya kualitas kelembagaan UPR, Meningkatnya produktifitas kerja di UPR, dan Meningkatnya daya saing UPR.

Kenapa harus peningkatan peroduktifitas kerja? Sulmin mengatakan selama ini civitas akademika UPR disebut kurang produktif. Gaya komunikasi terhadap ‘dunia luar’ kurang dijaga sehingga tidak menggugah minat kerjasama dengan universitas terbesar di Kalteng ini.

Para dosen, kurang mengembangkan budaya ilmiah. Karya tulis atau jurnal belum banyak diproduksi oleh dosen-dosen karena pengembangan sumber daya manusia (SDM) masih kuang diperhatikan.

”Nah inilah yang harus digugah kembali, kreatifitas dan inovasi dosen harus digiatkan supaya kita dikenal dan pasti kerjasama dengan sendirinya masuk. Inilah yang harus dikejar, internasionalisasi lembaga lah bahasa singkatnya,” beber dia.

Kerjasama dan ‘Internasionalisasi Kampus’, mungkin akan sulit bagi sebagian orang namun mungkin tidak bagi profesor yang satu ini. Bagaimana tidak, ia kuliah dan menamatkan pasca Sarjana strata-2 (S2) di Nottingham University, Inggris, dan meraih Master Science (Msc). Setelah beasiswa dari dunia barat, ia kemudian dapat beasiswa ke dunia timur dan menamatkan strata-3 (S3) di Hokkaido University, Jepang dan meraih gelar PhD. Tidak meragukan bukan? (ROZIQIN/B-5)