BORNEONEWS, Sampit - Seorang laki-laki bernama Muhammad Syapi'i (49) warga Jalan Ramba, Kelurahan Parenggean, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya ternyata bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Puskesmas Parenggean.
"Dia merupakan staf Puskesmas Parenggean dan di rumahnya dia tinggal bersama temannya," ujar Kapolsek Parenggean Iptu Triono Raharjo, Selasa (8/8/2017).
Namun saat kejadian, temannya itu tidak ada di rumah dan sudah tiga hari dia pergi. Tapi saat kembali ketempat tersebut, ternyata korban sudah meninggal di atas tempat tidur.
Korban juga tidak memiliki istri karena sudab bercerai selama empat tahun lalu, sehingga dia hanya tinggal dengan seorang rekannnya yakni Jemy Epranda (25), itu juga baru beberapa hari terakhir.
"Dari keterangan temannya, korban tidak pernah mengeluh atau bercerita memiliki riwayat sakit. Sehingga belum diketahui persis penyebab kematian tersebut," katanya.
Sementara, tewasnya korban diketahui oleh temannya. Dimana saat mereka menunggu korban untuk melaksanakan kegiatan imunisasi ke Desa Menjalin. Namun hingga pukul 08.00 WIB belum juga menampakkan batang hidungnya ke Puskesmas Parenggean.
Sehingga kedua temannya memutuskan untuk menyusul ke rumah korban. Sesampainya di tempat tersebut, mereka melihat rumah korban dalam keadaan terkunci. Dipanggil serta di gedor tak ada satu sahutan katapun, sehingga mereka menghubungi Jemy yang merupakan teman serumah korban.
Setelah dia datang, merekapun memutuskan untuk mendobrak pintu tersebut. Ketika berhasil masuk ke dalam rumah. Ketiganya langsung kaget, karena melihat korban sudah terbujur di atas tempat tidur.
Ketika diperiksa nadinya sudah tidak ada tanda-tanda bernyawa. Sehingga merekapun langsung melaporkan hal itu ke Polsek Parenggean. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








