BORNEONEWS, Kasongan - Kabupaten Katingan harus terus mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Wilayah yang kini dipimpin Plt Bupati Katingan Sakariyas itu, sudah empat kali berturut-turut mempertahankan predikat terbaik dalam pengelolaan keuangan daerah itu.
"Seperti yang kita ketahui bersama berdasarkan audit BPK RI tahun 2016, Pemda Katingan telah berhasil mendapatkan nilai sempurna atau opini wajar tanpa pengecualian (WTP), maka kedepan predikat ini harus tetap kita pertahankan," kata Plt Bupati Katingan Sakariyas saat membuka acara pendidikan dan pelatihan pengelolaan aset daerah bagi ASN di Aula BKD, di Kasongan, Selasa (8/8/2017).
Untuk itu ia mengajak semua satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) dan stakeholder untuk senantiasa bekerja keras, kerja iklas dan berfikir cerdas.
Menurut Sakariyas pengelolaan aset daerah menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah mengingat pengelolaan aset adalah salah satu indikator penilaian oleh auditor eksternal pemerintah seperti BPK RI dalam memberikan opini terhadap laporan keuangan pemerintah daerah.
"Untuk itu para pengelola aset yaitu pengurus barang dan penyimpan barang harus memiliki kemampuan dan dituntut untuk bersikap profesional dalam melaksanakan tugasnya.
Sakariyas gembira dengan prestasi yang ditorehkan daerahnya yang empat kali berturut-turut mendapatkan penilaian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari pihak BPK RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah. Lebih membanggakan lagi karena penilaian WTP untuk tahun anggaran 2016 tersebut tanpa adanya embel-embel catatan dari pihak BPK RI, seperti sebelumnya.
Katingan baru bisa mendapatkan penilaian WTP pada tahun 2012. Kemudian tahun 2013 Katingan juga kembali dapat WTP, tahun 2014 dan 2015 pun juga mendapatkan predikat WTP.
Dengan prestasi yang membanggakan ini, Sakariyas berterima-kasih kepada seluruh SOPD dan ASN serta masyarakat Katingan. Pasalnya predikat WTP ini adalah buah kerja semua pihak. (ABDUL GOFUR/N).








