BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengajak para pelaku usaha Rusia untuk berinvestasi di sektor kelapa sawit di Indonesia.
"Rusia merupakan pasar besar yang harus menjadi mitra Indonesia," kata Enggar di Jakarta, Selasa (8/8/2017).
Kebutuhan Rusia terhadap produk sawit cukup besar setiap tahunnya. Tercatat, Negari Beruang Merah tersebut membeli hampir US$300 juta minyak kelapa sawit dari seluruh dunia, dan Indonesia termasuk pemasok terbesar minyak kelapa sawit ke negara tersebut.
"Indonesia dan Rusia memiliki banyak peluang untuk meningkat kerja sama. Pemerintah sepakat untuk meningkatkan ekspor ke Rusia dan mengincar sejumlah kesepakatan kerja sama dagang," papar Enggar.
Kerja sama perdagangan yang bisa dilakukan adalah minyak nabati, produk makanan dan minuman, serta kehutanan. Rusia juga menawarkan sejumlah produk seperti peralatan pengatur lalu lintas udara, pesawat penumpang, serta minat investasi di sektor energi.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia masih rendah. Pada 2012, total perdagangan kedua negara hanya mencapai US$3,4 miliar dan Indonesia mengalami defisit US$1,6 miliar, pada 2015, Indonesia mulai surplus sebesar US$1,1 juta dengan Rusia. (NEDELYA RAMADHANI/m)








