BORNEONEWS, Kasongan - Sekda Katingan Nikodemus mengatakan, masyarakat di daerahnya sudah terbiasa menghadapi bencana banjir. Hal ini disampaikannya pada evaluasi kerusakan dan kerugian serta pengkajian kebutuhan pascabencana Kabupaten Katingan di Aula Bappelitbang, Rabu (9/8/2017).

Menurut Sekda Nikodemus, banjir yang terjadi di Kabupaten Katingan terjadi berulang kali setiap tahun sehingga masyarakat sudah terbiasa menghadapi banjir tersebut.

Walaupun saat banjir tidak ada korban yang mengungsi ataupun korban jiwa, masyarakat mengalami kerugian materi. "Banjir menyebabkan kerugian baik fisik maupun material seperti kerusakan jalan raya, jalan desa, jembatan, perabotan rumah dan terganggunya kegiatan sosial ekonomi masyarakat," ujarnya.

Demikian halnya dengan musim kemarau, yang dapat mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan serta kesulitan air hingga menyebabkan gagal panen. (ABDUL GOFUR/B-2)