BORNEONEWS, Sampit - Guna menangkal akan paham radikalisme terhadap masyarakat, Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Kalteng memberikan sosial kepada masayarakat yang tinggal di kawasan pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yakni di desa-desa yang ada di tepian Sungai Mentaya.

Dimana pihak Ditpolair memberikan sosialisasi tentang Pancasila dan cinta tanah air, guna menangkal organisasi maupun paham radikal yang bisa masuk ke pelosok desa.

Hal tersebut terlihat saat Ditpolair Polda Kalteng melakukan sosialisasi ke para pelajar di SMK Ambarwati dan SMP Meranti Mustika, di Desa Ganefo, Kecamatan Seranau, Kotim. Dalam sosialsiasi, pihaknya menyampaikan bahwa saat ini sangat rentan masuknya paham radikalisme yang disebar oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

“Kita ingin agar masyarakat di pelosok juga memahami tentang ideologi pancasila dan cinta tanah air," ujar Kombespos Badarudin, melalui Kasatrolda AKBP Sulistiyono dalam kegiatan yang dilaksanakan di Desa Ganefo, Rabu (9/8/2017).

Dengan adanya hal itu, maka mereka berharap agar paham dan organiasi radikal tidak bisa masuk ke daerah pesisir. Mereka juga ingin mengajak masyarakat di wilayah pesisir agar memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

Dalam kegiatan tersebut, juga dibacakan ikrar cinta tanah air oleh para pelajar dan masyarakat di Desa Ganefo. Menurutnya, masyarakat di daerah pesisir perlu ditanamkan semangat dan jiwa cinta tanah air dan bela negara. Pasalnya, daerah-daerah pesisir ini juga cukup rawan dimasuki oleh organisasi atau paham radikal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita juga terus berupaya untuk selalu dekat dengan masyarakat yang ada di pesisir. Seperti dengan mengundang mereka untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Mako Ditpolair Polda Kalteng," ungkap Sulistiyono.

Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat salah satunya adalah untuk memperingati HUT RI ke-72, dimana pihaknya mengadakan perlombaan dengan mengundang masyarakat pesisir. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)