BORNEONEWS, Sukamara - Ketua Seksi Pawai Pembangunan Kabupaten Sukamara Yofi Yudistira mengatakan, penilain peserta pawai pembangunan tahun ini akan memakai juri dari luar Aparatur Sipil Negara (ASN), hal tersebut dilakukan karena adanya protes dari peserta tahun-tahun sebelumnya.

"Karena adanya protes dari peserta, maka tahun ini yang akan kita jadikan juri adalah wartawan, kepolisian dan TNI," kata Yofi Yudistira, Kamis (10/8/2017).

Yofi berharap, dengan adanya perubahan tersebut maka penilaian bisa lebih obyektif dan pemenang memang benar-benar sesuai dan pantas, mengingat dalam mengikuti kegiatan peserta akan menampilkan beberapa hal yang menarik perhatian juri agar nilai yang didapat bisa lebih tinggi.

“Keputusan ini merupakan hasil rapat dari panitia dengan memutuskan bahwa juri tidak akan diambil dari ASN agar tidak adanya keberpihakan," terangnya.

Yofi berharap, dalam penilaian pawai pembangunan yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2017 mendatang tidak adanya unsur keberpihakan, sehingga nilai yang diberikan sesuai dengan apa yang ditampilkan oleh para peserta.

"Karena yang kita jadikan juri tidak ikut dalam kegiatan maka kita yakin semua penilaian berdasarkan apa yang ditampilkan," ujarnya.

Dikatakannya, bahwa saat ini baru ada 32 peserta yang sudah mendaftar untuk mengikuti lomba pawai pembangunan.

"Karena pawai akan dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2017 maka kita masih membuka pendaftaran, mengingat masih ada waktu yang tersedia," tutur Yofi Yudistira. (NORHASANAH/B-5)